Mondelez Indonesia siapkan stok jelang lebaran



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Masa-masa Lebaran merupakan periode penting bagi industri makanan dan minuman, tak terkecuali bagi Mondelez Indonesia.

Dengan kebiasaan masyarakat yang menjadikan makanan minuman sebagai bagian dari tradisi untuk menjalin kebersamaan di bulan Ramadan dan hari raya Lebaran, konsumsi makanan minuman meningkat Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affairs, Mondelez Indonesia menjelaskan peningkatan sekitar 30% sampai 40% pada masa-masa lebaran ini. Mondelez Indonesia pun memanfaatkan momen ini dengan mempersiapkan periode Hari Raya (Festive) dengan sebaik-baiknya.

"Kami mempersiapkan berbagai program marketing dan promo untuk konsumen, utamanya untuk dua kategori kami yaitu biskuit dan cokelat, yang identik dengan camilan saat Ramadan dan Lebaran,"kata Khrisma kepada KONTAN, Senin (17/4).


Khrisma menambahkan Mondelez memastikan ketersediaan stok barang dengan mempersiapkan sekitar 30% sampai 40% lebih banyak, sesuai dengan prediksi peningkatan konsumsi saat masa-masa hari raya.

Hal ini mengingat Mondelez Indonesia memiliki target pertumbuhan penjualan diatas pertumbuhan rata-rata industri makanan dan minuman di Indonesia.

Penjualan Mondelez Indonesia diklaim bertumbuh secara dobel digit di tahun 2018 atau diatas rata-rata pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia. "Pertumbuhan ini dihasilkan dari upaya kami memperkuat portofolio produk, dan juga memperkuat route to market serta distribusi produk kami," tambahnya.

Data dari Kementerian Perindustrian menunjukan pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia berada di kisaran 7% sampai 8% pada akhir tahun 2018. Hal ini menunjukkan tetap berkembangnya permintaan masyarakat atas makanan dan minuman.

Khrisma menambahkan Mondelez International memiliki tujuan untuk menjadi yang terdepan dalam industri makanan ringan (camilan). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan befokus pada kebutuhan konsumen akan keinginan atau pilihan produk makanan ringan mereka. Oleh karenanya, dengan didukung oleh kekuatan riset dan pengembangan global, Mondelez International berupaya menghadirkan berbagai produk baik lokal maupun global yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Di tahun ini misalnya, Mondelez International meluncurkan Keju KRAFT Milky Soft. "Selain itu di kategori Cokelat, kami baru saja meluncurkan Cadbury Lickables, yaitu produk cokelat yang dilengkapi permainan di dalamnya, yang menyasar momen kebersamaan orang tua dan anak," jelasnya. Di bidang produksi, Mondelez juga terus mengoptimalisasi kapasitas produksi pabrik sehingga dapat mencapai tingkat efekfif secara maksimum. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, untuk menuju Industri 4.0 di seluruh pabriknya. Pabrik biskuit Mondelez International, yang berlokasi di Cikarang, juga merupakan basis ekspor untuk produk Oreo dan Ritz, yang melayani lebih dari 35 negara di Asia, Australia dan Timur Tengah, termasuk Jepang, yang sangat memperhatikan kualitas produk. Khrisma menjelaskan di pabrik biskuit Mondelez International prosentase produksi yang lebih besar justru untuk ekspor. Secara keseluruhan, permintaan untuk kebutuhan ekspor dan dalam negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. "Pabrik kami tersebut telah meningkatkan kapasitas ekspor sebanyak 200% semenjak 10 tahun yang lalu sampai sekarang," ungkapnya. Selain itu di bidang pemasaran, Mondelez terus meningkatkan kemampuan untuk memahami konsumen. Terutama karena makin besarnya populasi kaum muda, yang semakin berani mencoba rasa atau pengalaman baru dalam mengkonsumsi makanan ringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini