KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mondelez Indonesia melalui merek OREO terus memperluas kontribusi sosialnya di sektor pendidikan lewat program “OREO Berbagi Seru”. Program tersebut tahun ini menyasar 7.000 siswa sekolah dasar di tujuh kabupaten yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia. Program yang digelar bersama Indonesia Mengajar tersebut menjadi bagian dari upaya OREO mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Marketing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala mengatakan, program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga memperkuat peran guru, orang tua, dan komunitas sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
“Sejalan dengan purpose untuk menciptakan kebersamaan melalui berbagai momen penuh keseruan, tak terkecuali saat belajar, OREO meyakini bahwa pembelajaran yang menyenangkan akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna untuk anak,” ujar Anggya dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026). Menurut dia, program OREO Berbagi telah dijalankan sejak 2024 dengan fokus pada pemberdayaan orang tua, guru, dan komunitas melalui edukasi playful learning serta penyaluran donasi.
Baca Juga: OREO Garap Program Edukasi, Fokus Perluas Akses di Wilayah 3T Pada tahun ini, program “OREO Berbagi Seru” diperluas ke tujuh wilayah, yakni Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Beberapa wilayah sasaran tersebut mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah marginal. “Secara keseluruhan, program ini menargetkan untuk memberikan manfaat bagi 7.000 siswa,” kata Anggya. Salah satu wilayah sasaran program adalah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Di wilayah tersebut, OREO mendistribusikan 270 alat belajar seru yang menjangkau 625 siswa sekolah dasar. Alat belajar tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris dengan pendekatan belajar sambil bermain. Materi dan alat pembelajaran juga telah disesuaikan dengan kurikulum nasional. Selain memberikan sarana pembelajaran, OREO menggelar pelatihan bagi 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas di Ogan Ilir pada 19-22 Agustus 2026. Bagi guru, pelatihan difokuskan pada pengenalan filosofi belajar seru dan pemanfaatan alat pembelajaran melalui simulasi penerapan di ruang kelas. Sementara bagi orang tua, edukasi diarahkan pada pemahaman perkembangan anak serta cara menciptakan aktivitas belajar interaktif di rumah. Adapun bagi komunitas, program diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan di lingkungan sekitar. Kepala Sekolah SDN 1 Indralaya Selatan Ai Resnawati menilai pendekatan belajar sambil bermain dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. “Metode belajar sambil bermain menggunakan alat-alat belajar seru dari OREO sangat membantu kami dalam memahami, mengeksplorasi, dan menerapkan cara belajar yang disukai anak,” ujarnya.
Baca Juga: Soroti Risiko Hantavirus, Pyridam Farma (PYFA) Gencarkan Edukasi Pola Hidup Sehat Di sisi lain, perwakilan orang tua siswa Erni Yusnita mengatakan pendekatan tersebut dapat membantu mengubah pola belajar anak di rumah agar tidak terlalu kaku. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir juga menyambut program tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pengawas Kabupaten Ogan Ilir, Muslih Hidayat mengatakan keterlibatan dunia usaha dalam menyediakan sarana dan edukasi pembelajaran dapat membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, terutama di daerah. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi dari OREO baik melalui kegiatan edukasi bagi para guru, orang tua, dan komunitas dan juga donasi alat-alat belajar untuk para siswa yang kami percaya akan mampu membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna,” kata Muslih. Selain melalui kegiatan langsung, masyarakat juga dapat berkontribusi dalam program tersebut melalui pembelian produk OREO. Mondelez menyebut sebagian keuntungan penjualan akan didonasikan untuk mendukung penyelenggaraan program OREO Berbagi Seru.
Anggya mengatakan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada distribusi alat belajar, tetapi dapat membangun pola pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan. “Kami harap seluruh keseruan program ini dapat memperkuat semangat bersama untuk memberikan pengalaman belajar yang mampu membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi Generasi SERU, yaitu mereka yang berkarakter Solutif, Eksploratif, Responsif dan Unggul dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.
Baca Juga: OREO Perluas Program Pendidikan, Sasar 7.000 Siswa di Wilayah 3T hingga Akhir 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News