KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings menetapkan peringkat Baa2 untuk obligasi senior tanpa jaminan (senior unsecured notes) berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang akan diterbitkan oleh PT Danantara Investment Management (DIM). Penerbitan obligasi tersebut dilakukan melalui program Global Medium-Term Note (MTN) senilai US$ 5 miliar milik DIM yang sebelumnya telah memperoleh peringkat sementara (P)Baa2 dari Moody’s. Meski memberikan peringkat Baa2, Moody’s menetapkan prospek (outlook) peringkat DIM tetap negatif, sejalan dengan prospek negatif pada peringkat kedaulatan (sovereign rating) Pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Mensesneg: Presiden Segera Teken Keppres Pengangkatan Jampidsus Baru Moody’s menjelaskan peringkat penerbit DIM yang berada pada level Baa2 selaras dengan peringkat kedaulatan Pemerintah Indonesia pada level yang sama. Penilaian tersebut mencerminkan hubungan kredit yang kuat antara DIM dan pemerintah, termasuk dari sisi struktur kepemilikan, peran DIM dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), serta ekspektasi adanya dukungan luar biasa (extraordinary support) dari pemerintah apabila diperlukan. Moody’s mengklasifikasikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI) dan menggunakan pendekatan top-downdalam menetapkan peringkat. Lembaga tersebut tidak menetapkan Baseline Credit Assessment (BCA) untuk DIM karena perusahaan masih berada dalam tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak operasional yang terbatas, serta belum memiliki kegiatan usaha mandiri yang signifikan. Dengan demikian, peringkat DIM terutama didorong oleh keterkaitan dengan pemerintah, bukan berdasarkan kekuatan kredit mandiri perusahaan. Moody’s menilai keterkaitan DIM dengan pemerintah diperkuat oleh dasar hukum dan struktur kepemilikannya. DIM didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 sebagai bagian dari struktur kelembagaan Danantara, yang juga membentuk BPI Danantara sebagai entitas utama yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan aset serta investasi badan usaha milik negara (BUMN). DIM sepenuhnya dimiliki oleh BPI Danantara. Kerangka hukum yang berlaku juga mengatur bahwa setiap pelepasan kepemilikan DIM harus dilakukan melalui perubahan undang-undang, sehingga memperkuat keberlangsungan hubungan kepemilikan tersebut. Selain itu, Moody’s mempertimbangkan tingginya tingkat pengawasan pemerintah dan integrasi tata kelola yang mendukung kemungkinan sangat besar adanya dukungan pemerintah secara tepat waktu.
Baca Juga: Ditjen Pajak Bantah Aturan Akses Data Keuangan Khusus Bidik Orang Kaya Integrasi tata kelola tersebut juga diperkuat dengan adanya keterkaitan jajaran manajemen senior dan dewan direksi antara BPI Danantara dan DIM, sehingga mendukung keselarasan strategi serta pelaksanaan investasi. Moody’s menilai kondisi likuiditas DIM berada pada level yang sangat kuat. Likuiditas di tingkat perusahaan induk didukung oleh suntikan modal dari BPI Danantara. DIM juga telah membangun sejumlah sumber pendanaan eksternal, termasuk penerbitan obligasi perdana senilai US$ 1,5 miliar, penghimpunan dana sebesar Rp 68,4 triliun melalui penerbitan Patriot Bonds, serta fasilitas kredit bergulir (revolving credit facilities) senilai US$ 10 miliar, dengan US$1 miliar di antaranya telah memiliki komitmen. Fasilitas kredit bergulir tersebut sebagian telah digunakan untuk mendanai investasi pada sejumlah dana privat (private funds) dan investasi terkait sektor properti. DIM memperkirakan penggunaan fasilitas tersebut akan meningkat seiring dengan berlanjutnya ekspansi investasi. Moody’s juga mencatat bahwa DIM tidak memiliki kewajiban pembayaran dividen dan tidak menghadapi jatuh tempo utang dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Moody’s menyatakan peluang peningkatan peringkat DIM dalam waktu dekat relatif kecil mengingat prospek negatif pada peringkat kedaulatan Indonesia. Dalam jangka panjang, pergerakan peringkat DIM diperkirakan akan mengikuti perubahan peringkat Pemerintah Indonesia, selama hubungan strategis antara DIM dan pemerintah tetap terjaga. Sebaliknya, peringkat DIM dapat mengalami tekanan apabila peringkat kedaulatan Indonesia diturunkan. Penurunan peringkat juga dapat terjadi apabila terdapat pelemahan hubungan dengan pemerintah, termasuk perubahan terhadap mandat, struktur kepemilikan, atau peran DIM dalam struktur Danantara yang mengurangi ekspektasi Moody’s terhadap dukungan pemerintah secara tepat waktu.
Baca Juga: Purbaya Masih Menunggu Hasil Audit Restitusi Pajak dari BPKP Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News