KONTAN.CO.ID – WARSAWA. Kondisi fiskal Polandia mendapat sorotan setelah lembaga pemeringkat Moody’s memangkas peringkat utang pemerintah negara tersebut. Moody's menurunkan rating sovereign Polandia menjadi A3 dari sebelumnya A2, seiring memburuknya kekuatan fiskal secara berkelanjutan. Dalam pengumumannya pada Jumat (19/9/2026), Moody's menyebut Polandia masih membiayai berbagai program belanja besar, mulai dari pertahanan, infrastruktur hingga belanja sosial. Pada saat yang sama, Polandia mempertahankan salah satu defisit fiskal tertinggi di Uni Eropa (UE). "Defisit fiskal yang besar telah menyebabkan peningkatan material dalam beban utang pemerintah dan, bersama dengan kenaikan biaya pendanaan, telah melemahkan metrik keterjangkauan utang," kata Moody's.
Baca Juga: Ketegangan China-Filipina Memanas, Kapal Penjaga Pantai Terlibat Tabrakan Menteri Keuangan Polandia Andrzej Domanski sebelumnya mengatakan saat memaparkan rancangan anggaran pada akhir Agustus bahwa defisit pemerintah secara keseluruhan diperkirakan tetap berada di 7,1% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2027. Dewan Fiskal Polandia pada Senin (14/9/2026) juga menilai rancangan anggaran pemerintah untuk 2027 belum memuat langkah-langkah konsolidasi keuangan publik. Dewan tersebut memperkirakan risiko utang publik Polandia menembus 55% dari PDB sangat tinggi. Moody's memperkirakan defisit pemerintah Polandia akan tetap tinggi, sekitar 7% dari PDB pada 2026 dan 2027, meskipun perekonomian negara tersebut terus mencatat pertumbuhan yang kuat. Meski memangkas rating, Moody's justru menaikkan outlook Polandia menjadi stabil dari sebelumnya negatif. Moody's memperkirakan otoritas Polandia akan tetap mematuhi aturan fiskal. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi konsolidasi fiskal yang lebih cepat setelah pemilu November 2027 dan membantu menstabilkan beban utang pada paruh kedua dekade ini. Menteri Keuangan Andrzej Domanski mengatakan pemerintah menerima keputusan tersebut dengan serius. "Kami menanggapi keputusan ini dengan serius tetapi tenang," tulis Domanski melalui X. Ia menambahkan bahwa perekonomian Polandia tumbuh dengan cepat dan fundamental ekonomi negara tersebut masih kuat. "Kami akan secara konsisten memperkuat keuangan publik, tetapi hal ini membutuhkan kerja sama dari seluruh lembaga negara, termasuk Presiden," ujarnya. Polandia saat ini menghadapi kebuntuan politik antara pemerintahan yang berorientasi pada Brussels dan presiden dari kubu konservatif-nasionalis, Karol Nawrocki.
Baca Juga: Pengadilan AS Tolak Kebijakan Deportasi Trump ke Negara Ketiga Perbedaan politik tersebut turut menjadi tantangan bagi upaya pemerintah memperkuat keuangan publik. Pada Juli lalu, Nawrocki merujuk rancangan undang-undang yang akan mengenakan pajak keuntungan tak terduga (windfall tax) terhadap perusahaan minyak dan gas ke Mahkamah Konstitusi Polandia. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap menjalankan berbagai program belanja besar, termasuk untuk pertahanan dan infrastruktur. Kombinasi belanja tinggi, defisit yang besar dan meningkatnya biaya pendanaan menjadi faktor utama yang mendorong Moody's menurunkan peringkat kredit Polandia. Meski demikian, kenaikan outlook menjadi stabil menunjukkan Moody's masih memperkirakan adanya ruang bagi pemerintah untuk melakukan konsolidasi fiskal setelah pemilu 2027 dan menahan kenaikan beban utang pada tahun-tahun berikutnya.