Moody's: Penerbitan sukuk global akan melonjak



DUBAI. Moody's Investor Service mengatakan, momentum pertumbuhan pada pasar sukuk masih akan terus terjadi. Pasalnya, pemerintah yang berlandaskan Islam maupun negara yang tidak Islami menargetkan untuk meningkatkan penerbitan aset-aset berbasis syariah.

Selain itu, permintaan dan likuiditas pada pasar sukuk akan terus membaik. Apalagi. sektor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor global.

"Tahun 2014 menjadi tahun titik balik sukuk global, di mana Inggris menerbitkan sukuk perdananya. Sedangkan Hong Kong dan Afrika Selatan diprediksi akan menyelesaikan penjualan sukuknya pada September 2014. Ketiga negara ini bukan negara berbasis Islam. Transaksi tersebut mengindikasikan adanya potensi perubahan signifikan pada ukuran, kedalaman, dan likuiditas dari pasar ini," jelas Khalid Howladar, Moody's Global Head for Islamic Finance.


Moody's mengestimasi, total nilai outstanding sukuk saat ini sebesar 36% dari US$ nilai outstanding sukuk sebesar US$ 296 miliar per Juli 2014 lalu.

Lebih jauh lagi, Moody's memprediksi penerbitan sukuk akan melampaui level penerbitan di tahun 2013 dengan mencapai sekitar US$ 30 miliar pada akhir 2014, dengan nilai outstanding sukuk secara keseluruhan mencapai US$ 115 miliar. Moody's juga memprediksi keberlanjutan ekspansi pada nilai sukuk yang diterbitkan pemerintah pada 2015 mendatang.

"Malaysia dan Indonesia mendorong pertumbuhan sukuk dengan penjualan yang cukup besar pada pasar domestik mereka," jelas Christian De Guzman, Moody's Vice President and Senior Analyst.

Menurut De Guzman, kedua negara tersebut menyumbang dua per tiga dari total penerbitan sukuk per Juli 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie