Moody's Revisi Outlook Pelindo, Kinerja Positif Tapi Ketergantungan Pemerintah Tinggi



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings mempertahankan peringkat kredit Pelabuhan Indonesia atau Pelindo di level Baa2. Namun, outlook atau prospek peringkat tersebut direvisi menjadi negatif, dari sebelumnya stabil.

Keputusan ini menyusul langkah Moody’s yang sehari sebelumnya juga mengubah outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkatnya tetap di level Baa2.

Moody’s menjelaskan, perubahan outlook Pelindo terutama disebabkan oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah Indonesia. Dalam setahun terakhir, kebijakan dinilai menjadi kurang konsisten dan komunikasi kebijakan tidak selalu jelas, sehingga menimbulkan ketidakpastian.


Baca Juga: Strategi Haier, Ingin Menguasai Pasar Elektronik Indonesia dengan Dua Merek

Jika kondisi ini berlanjut, hal tersebut berpotensi melemahkan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi Indonesia yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, stabilitas fiskal, dan sistem keuangan nasional.

Namun demikian, Moody’s tetap menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, didukung oleh sumber daya alam yang besar serta jumlah penduduk produktif yang tinggi, sehingga pertumbuhan ekonomi dinilai masih relatif solid.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sepenuhnya dimiliki pemerintah, kinerja dan profil kredit Pelindo sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional. Karena itu, jika profil kredit pemerintah melemah, hal tersebut akan memberi tekanan terhadap peringkat Pelindo.

Meski begitu, Moody’s menegaskan peringkat Baa2 Pelindo saat ini tidak didasarkan pada tambahan dukungan pemerintah, melainkan pada kekuatan keuangan perusahaan itu sendiri.

Moody’s juga mempertahankan kesehatan keuangan alias Baseline Credit Assessment (BCA) Pelindo di level baa2. Kesehatan keuangan murni alias kemampuan membayar utang Pelindo tanpa memperhitungkan bantuan dari pemerintah di level Baa2.

Moody’s menyebut peringkat Baa2 tersebut mempertimbangkan kinerja operasional yang kuat dan konsisten, terlihat dari pertumbuhan volume bongkar muat (throughput). Selain itu, Pelindo memiliki rencana penurunan utang (deleveraging) dalam 4–5 tahun ke depan. Arus kas operasional yang masih cukup untuk menopang kewajiban keuangan.

Moody’s memperkirakan rasio arus kas operasional terhadap utang (FFO/debt) Pelindo berada di kisaran 15%–17% dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sejalan dengan peringkat saat ini. Meski demikian, angka ini sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya karena ketidakpastian kebijakan domestik dan dinamika perdagangan global, serta laju pengurangan utang yang lebih lambat.

Baca Juga: Targetkan 5.000 Jemaah, HabasyGo Tawarkan Umrah Sambil Transit di Ethiopia

Moody’s juga mencatat Pelindo memiliki belanja modal (capex) yang besar, terutama untuk ekspansi pelabuhan. Pendanaan investasi ini diperkirakan akan lebih banyak berasal dari kas internal perusahaan.

Dengan outlook negatif, Moody’s menyatakan tidak ada potensi kenaikan peringkat Pelindo dalam waktu dekat.

Tapi menurut Moody’s, outlook Pelindo bisa kembali stabil jika outlook peringkat utang Indonesia kembali stabil, dan tidak terjadi penurunan signifikan pada kinerja keuangan Pelindo.

Sebaliknya, peringkat dan kesehatan keuangan murni Pelindo bisa diturunkan jika peringkat utang pemerintah Indonesia diturunkan. Pelemahan kinerja keuangan Pelindo terutama jika rasio FFO/debt turun di bawah 12% secara berkelanjutan juga bisa memangkas peringkat Pelindo. 

Operator pelabuhan terbesar di Indonesia ini  mengelola lebih dari 100 pelabuhan, termasuk Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta serta pelabuhan utama lainnya seperti Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar. Sejak Maret 2025, PT Danantara Asset Management menjadi pemegang saham Pelindo setelah pengalihan saham Seri B dari pemerintah. Meski demikian, pemerintah tetap menjadi pemegang kendali melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna.

Selanjutnya: Wall Street Rebound, Saham Amazon Anjlok Akibat Lonjakan Belanja AI

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026 : Menang dari Thailand, Tim Putra Indonesia Melaju ke Semi Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News