Moratorium Ekspor Konsentrat Tembaga Tunggu Evaluasi Perkembangan Pembangunan Smelter



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui akan melihat perkembangan pembangunan smelter hingga Mei 2024 mendatang sebelum melaksanakan pelarangan ekspor konsentrat tembaga di tengah tahun ini. 

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Irwandy Arif menyatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan laporan proyek smelter tembaga PT Freeport Indonesia dan Amman Mineral Industri sampai dengan Mei 2024. 

“Rencananya Freeport Indonesia sudah komisioning. Tetapi habis itu kan untuk beroperasi penuh butuh waktu. Mungkin mundur sedikit hampir sama dengan smelter Amman Mineral,” ujarnya dalam acara Mining for Journalist 2024 di Jakarta, Kamis (29/2/2024).


Baca Juga: Pemerintah Usulkan 7 Perusahaan Bauskit Bentuk Konsorsium Bangun Refinery

Irwandy bilang, akan melihat perkembangan pembangunan dan mengevaluasi kurva S yang sudah disepakati bersama pemerintah. 

Untuk melihat progress pembangunan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif melakukan peninjauan langsung ke smelter PTFI di Gresik. 

“Hari ini Pak Menteri melakukan peninjauan lapangan langsung lagi ke Gresik, progress sudah 90 sekian persen,” tandasnya.

Dalam catatan Kontan.co.id, proyek smelter Freeport Indonesia maupun PT Amman Mineral Industri belum bisa beroperasi maksimal pada Mei 2024. Sedangkan di bulan itu relaksasi ekspor konsentrat tembaga seharusnya sudah selesai. 

Baca Juga: Emiten Minerba Masih Dihantui Tekanan Harga Komoditas, Simak Rekomendasi Sahamnya

Sebagai gambaran, sampai dengan November 2023 kemajuan smelter PTFI sudah mencapai lebih dari 83%. Menurut Kurva S yang telah disepakati pemerintah, aktivitas pembangunan smelter Freeport ini akan dilanjutkan dengan pre-commissioning dan commissioning sehingga smelter baru akan distart up pada bulan Mei 2024. 

Selanjutnya ramp up operasi akan berlanjut dan diharapkan mencapai operasi komersial penuh pada bulan Desember 2024.

Sedangkan untuk smelter Amman Mineral Industri, berdasarkan hasil verifikasi kemajuan tiga bulanan periode Oktober 2023 hingga Desember 2023, pembangunan konstruksi smelter tembaga mencapai 76,1% dari rencana pembangunan sebesar 72,4% (105,1%). Sedangkan kemajuan pembangunan konstruksi PMR telah mencapai 72,7% dari rencana pembangunan sebesar 72,1% (100,7%).

Adapun target penyelesaian konstruksi proyek Amman akan dilaksanakan di akhir Mei 2024 dan memulai proses commissioning di Juni 2024.

 
 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .