Morgan Stanley: Penerbitan Utang AI Melonjak Dua Kali Lipat Capai US$ 570 Miliar



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2026, hingga mendekati US$ 570 miliar. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan pendanaan perusahaan teknologi besar atau hyperscaler yang kini semakin mengandalkan pasar utang untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI berskala besar.

Menurut Morgan Stanley, perusahaan teknologi yang selama ini dikenal memiliki arus kas kuat mulai mengubah pendekatan pendanaannya seiring melonjaknya kebutuhan investasi. Hingga 31 Mei 2026, total penerbitan utang terkait AI telah mencapai sekitar US$ 236 miliar, atau empat kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Malaysia Cari Sumber Minyak Baru, Pertimbangkan Pasokan dari Afrika & Rusia


Perubahan strategi pendanaan ini juga terlihat dari rencana belanja modal para raksasa teknologi seperti Alphabet, Amazon, Microsoft, dan Meta yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 700 miliar pada tahun ini. Morgan Stanley menilai tren tersebut akan semakin kuat pada paruh kedua 2026, seiring proyeksi belanja modal hyperscaler yang dapat menembus lebih dari US$ 1 triliun pada 2027.

Dalam laporannya, Morgan Stanley juga mencatat bahwa para hyperscaler mulai memperluas basis investor dengan menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS. Bank tersebut menambahkan bahwa meskipun kondisi fundamental ekonomi masih relatif solid, pergerakan harga obligasi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi meningkatnya pasokan surat utang di pasar.

Di sisi lain, pembiayaan untuk perusahaan semikonduktor juga menunjukkan tren meningkat, baik di pasar publik maupun swasta. Namun, skema pendanaan yang digunakan cenderung lebih jangka pendek dengan mekanisme pelunasan bertahap.

Morgan Stanley menilai perkembangan ini menandai pergeseran besar dalam struktur pembiayaan sektor teknologi global, di mana utang semakin menjadi instrumen utama untuk mendukung gelombang investasi besar-besaran berbasis AI.