SINGAPURA. Morgan Stanley Investment berpendapat, ringgit Malaysia dan rupiah Indonesia saat ini merupakan dua mata uang emerging market yang paling menarik. Pasalnya, aksi jual yang melanda dua mata uang tersebut menyebabkan ringgit dan rupiah tertekan hingga ke level terendah dalam 17 tahun terakhir. Ada dua penyebab pelemahan ringgit dan rupiah tahun ini. Pertama, anjloknya harga komoditas yang memukul tingkat ekspor Malaysia dan Indonesia. Kedua, adanya rencana kenaikan suku bunga Amerika pada tahun ini. Morgan Stanley Investment memprediksi, ringgit dan rupiah akan berkibar (outperform) dibanding mata uang negara-negara lainnya di emerging market. Morgan Stanley Investment juga yakin, kedua negara ini tidak akan lagi menghadapi Taper Tantrum tahun 2013 di mana terjadi penarikan dana besar-besaran dari pasar obligasi senilai US$ 70 miliar. Pada saat itu, the Fed memberikan sinyal akan memangkas nilai stimulus mereka ke pasar finansial.
Morgan Stanley: Ringgit dan rupiah paling menarik
SINGAPURA. Morgan Stanley Investment berpendapat, ringgit Malaysia dan rupiah Indonesia saat ini merupakan dua mata uang emerging market yang paling menarik. Pasalnya, aksi jual yang melanda dua mata uang tersebut menyebabkan ringgit dan rupiah tertekan hingga ke level terendah dalam 17 tahun terakhir. Ada dua penyebab pelemahan ringgit dan rupiah tahun ini. Pertama, anjloknya harga komoditas yang memukul tingkat ekspor Malaysia dan Indonesia. Kedua, adanya rencana kenaikan suku bunga Amerika pada tahun ini. Morgan Stanley Investment memprediksi, ringgit dan rupiah akan berkibar (outperform) dibanding mata uang negara-negara lainnya di emerging market. Morgan Stanley Investment juga yakin, kedua negara ini tidak akan lagi menghadapi Taper Tantrum tahun 2013 di mana terjadi penarikan dana besar-besaran dari pasar obligasi senilai US$ 70 miliar. Pada saat itu, the Fed memberikan sinyal akan memangkas nilai stimulus mereka ke pasar finansial.