MotoGP Mandalika 2026 Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi dan Pariwisata NTB



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan sekadar ajang balap motor kelas dunia.

Konsistensi dukungan Pertamina terhadap event tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekosistem usaha, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Dukungan Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan manfaat Indonesian GP tidak berhenti selama race week berlangsung.


Dampak ekonomi dari gelaran tersebut dapat diperluas dengan menghubungkan ajang internasional itu dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pariwisata, tenaga kerja, hingga rantai pasok lokal.

Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anggi Putri Kurniadi, mengatakan penyelenggaraan event berskala internasional seperti MotoGP perlu diikuti dengan program yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

"Dukungan semacam ini idealnya jangan berhenti pada sponsorship, tetapi berlanjut melalui program yang menghubungkan event dengan UMKM, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal sepanjang tahun," kata Anggi, Kamis (17/9).

Menurut Anggi, MotoGP seharusnya tidak hanya ditempatkan sebagai agenda olahraga internasional. Dengan mobilitas wisatawan, belanja, investasi, dan aktivitas usaha yang muncul selama penyelenggaraan, event tersebut memiliki potensi menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

"Besarnya mobilitas wisatawan, belanja, investasi, serta aktivitas usaha yang tercipta selama penyelenggaraan memiliki potensi menghasilkan multiplier effect yang jauh lebih besar apabila keterkaitannya dengan perekonomian lokal dibangun secara sistematis," ujarnya.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Digelar Oktober, Pemerintah Bidik Efek Ekonomi Lebih Besar

TAG: