Motor Listrik Program MBG Tuai Polemik, Merek Baru Emmo Jadi Sorotan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengadaan sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menuai sorotan publik.

Selain jumlahnya yang mencapai puluhan ribu unit, merek motor yang digunakan, yakni Emmo, juga menjadi perhatian karena tergolong baru di industri kendaraan listrik nasional.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Baca Juga: Prabowo: Indonesia Masuk Papan Atas Negara Aman di Tengah Ancaman Perang Dunia

“Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” ujar Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).

Ia juga membantah kabar yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit. Menurutnya, angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi BGN.

Di tengah klarifikasi itu, publik menyoroti kemunculan motor listrik bermerek Emmo yang diduga menjadi bagian dari pengadaan. Sejumlah unit dengan desain trail dan skuter berlogo BGN beredar luas di media sosial.

Penelusuran menunjukkan, dua model motor listrik Emmo, yakni JVX GT dan JVH Max, telah tercantum dalam katalog elektronik pemerintah melalui platform Inaproc yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Platform ini memungkinkan instansi melakukan pembelian langsung tanpa proses tender panjang, dengan prioritas pada produk dalam negeri.

Baca Juga: Biaya Haji Terancam Bengkak Rp 1 Triliun, DPR Pertanyakan Sumber Dana

Namun demikian, keberadaan merek Emmo menjadi perhatian karena tergolong baru.

Berdasarkan data Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, desain industri untuk model JVH Max baru didaftarkan dan disetujui pada 17 Oktober 2025, sementara model JVX GT pada 22 Agustus 2025.

Kedua desain tersebut diajukan oleh PT Adlas Sarana Elektrik, sedangkan produk dipasarkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal.

Hingga kini, BGN belum merinci skema pengadaan secara detail, termasuk mekanisme pembelian melalui e-katalog, pihak vendor yang terlibat, maupun alasan pemilihan merek tertentu.

Baca Juga: Presiden Prabowo Mengklaim Pemerintahannya Efektif dalam 1,5 Tahun Pertama

Di sisi lain, Kementerian Keuangan sebelumnya mengingatkan agar belanja dalam program MBG tetap difokuskan pada kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bergizi.

Pemerintah juga diminta menjaga disiplin anggaran agar belanja penunjang tidak menggeser tujuan utama program.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News