JAKARTA. Kemarin (4/8), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), menerbitkan obligasi baru bertenor tiga tahun senilai US$ 200 juta. MPPA menerbitkan obligasi itu lewat anak usahanya, Matahari International BV. Matahari International BV melepas obligasi ini pada harga 97,5% dari nilai pari atau nilai nominal dengan bunga 10,75% per tahun. Jadi, imbal hasil alias yield obligasi itu 11,75% per tahun. Direktur Komunikasi MPPA Danny Kojongian menjelaskan, awalnya perusahaannya hanya akan menerbitkan obligasi US$ 150 juta. "Tapi, ada kelebihan permintaan enam kali, jadi kami menaikkan menjadi US$ 200 juta," imbuhnya, kemarin (4/8). MPPA akan memakai dana US$ 116,6 juta dari hasil penerbitan obligasi itu untuk memperkuat modal kerja dan membiayai ekspansi gerai MPPA. Adapun sekitar US$ 83,4 juta dana obligasi dipakai untuk program refinancing obligasi lama MPPA. Tahun ini, MPPA berencana menambah tiga department store dan enam hipermarket. Selanjutnya, MPPA menargetkan penambahan tujuh hingga sembilan department store per tahun. Semula, MPPA menerbitkan obligasi memang untuk penukaran obligasi senilai total US$ 150 juta yang akan jatuh tempo pada 6 Oktober 2009. MPPA sudah membeli kembali obligasi lama ini US$ 35 juta, sehingga tersisa US$ 115 juta. Pemegang obligasi sudah menyetujui penukaran US$ 79,8 juta dari obligasi lama dengan obligasi baru. Syaratnya, selain imbal hasil lebih tinggi, investor mendapatkan tambahan US$ 2 juta per US$ 100 juta obligasi miliknya.Tapi, jumlah investor tersebut belum memenuhi syarat agar MPPA bisa melakukan penukaran obligasi. Karena itu, pemegang obligasi lama senilai US$ 24,97 juta bersedia memuluskan rencana refinancing MPPA dengan biaya konsensus sebesar 0,5% dari nilai obligasi miliknya. Mereka akan menerima biaya konsensus ini pada 7 Agustus 2009. Mereka juga akan tetap menerima pembayaran obligasinya saat jatuh tempo. Dengan kesepakatan itu, MPPA berhasil mendapatkan persetujuan refinancing dari 91,1% pemegang obligasi. Jadi, hanya sekitar 9,9% investor menolak. Mereka akan menerima pelunasan obligasi US$ 10,27 juta saat jatuh tempo.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
MPPA Menerbitkan Obligasi US$ 200 Juta
JAKARTA. Kemarin (4/8), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), menerbitkan obligasi baru bertenor tiga tahun senilai US$ 200 juta. MPPA menerbitkan obligasi itu lewat anak usahanya, Matahari International BV. Matahari International BV melepas obligasi ini pada harga 97,5% dari nilai pari atau nilai nominal dengan bunga 10,75% per tahun. Jadi, imbal hasil alias yield obligasi itu 11,75% per tahun. Direktur Komunikasi MPPA Danny Kojongian menjelaskan, awalnya perusahaannya hanya akan menerbitkan obligasi US$ 150 juta. "Tapi, ada kelebihan permintaan enam kali, jadi kami menaikkan menjadi US$ 200 juta," imbuhnya, kemarin (4/8). MPPA akan memakai dana US$ 116,6 juta dari hasil penerbitan obligasi itu untuk memperkuat modal kerja dan membiayai ekspansi gerai MPPA. Adapun sekitar US$ 83,4 juta dana obligasi dipakai untuk program refinancing obligasi lama MPPA. Tahun ini, MPPA berencana menambah tiga department store dan enam hipermarket. Selanjutnya, MPPA menargetkan penambahan tujuh hingga sembilan department store per tahun. Semula, MPPA menerbitkan obligasi memang untuk penukaran obligasi senilai total US$ 150 juta yang akan jatuh tempo pada 6 Oktober 2009. MPPA sudah membeli kembali obligasi lama ini US$ 35 juta, sehingga tersisa US$ 115 juta. Pemegang obligasi sudah menyetujui penukaran US$ 79,8 juta dari obligasi lama dengan obligasi baru. Syaratnya, selain imbal hasil lebih tinggi, investor mendapatkan tambahan US$ 2 juta per US$ 100 juta obligasi miliknya.Tapi, jumlah investor tersebut belum memenuhi syarat agar MPPA bisa melakukan penukaran obligasi. Karena itu, pemegang obligasi lama senilai US$ 24,97 juta bersedia memuluskan rencana refinancing MPPA dengan biaya konsensus sebesar 0,5% dari nilai obligasi miliknya. Mereka akan menerima biaya konsensus ini pada 7 Agustus 2009. Mereka juga akan tetap menerima pembayaran obligasinya saat jatuh tempo. Dengan kesepakatan itu, MPPA berhasil mendapatkan persetujuan refinancing dari 91,1% pemegang obligasi. Jadi, hanya sekitar 9,9% investor menolak. Mereka akan menerima pelunasan obligasi US$ 10,27 juta saat jatuh tempo.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News