KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MPX Logistics International Tbk (
MPXL), penyedia jasa logistik dan transportasi terintegrasi, terus memperluas portofolio bisnis dengan mengembangkan pengangkutan dan perdagangan sejumlah komoditas strategis. Setelah sempat mengalami kerugian pada tahun 2025, MPXL berupaya melanjutkan strategi pertumbuhan. Langkah ini menjadi strategi perseroan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bisnis pengangkutan semen curah dan
fly ash bottom ash (FABA). Direktur Pemasaran dan Operasional MPXL Sunyoto Bambang Kusumo mengatakan, saat ini MPXL telah memperluas pengangkutan ke sejumlah komoditas lain, mulai dari steel slag, alumina powder, batu kapur, batubara, kapur curah, batu split hingga crude palm oil (CPO).
Diversifikasi komoditas juga mulai terlihat dari masuknya MPXL ke bisnis pengangkutan CPO. Sunyoto mengatakan, pengangkutan CPO menjadi salah satu portofolio baru yang mulai dikembangkan pada tahun ini.
Baca Juga: XLSMART (EXCL) Pasang Strategi Demi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi Selain jasa pengangkutan, MPXL mulai memperluas aktivitas ke bisnis perdagangan komoditas. Saat ini, perseroan telah melakukan penjualan semen curah, fly ash, serta batu split. Sunyoto mengatakan, untuk meningkatkan kinerja pada 2026 ini, salah satu fokusnya adalah mendorong performa unit yang ada melalui maksimalisasi efektivitas dan efisiensi rute pengangkutan yang telah berjalan. "Kemudian, untuk meningkatkan efisiensi pemakaian suku cadang, kita akan mulai menjalin kemitraan strategis bersama distributor sparepart dan ban untuk memastikan ketersediaan komponen yang lebih terjangkau dan andal," jelas Sunyoto, dalam paparan publik ekspose MPXL, tak lama ini. Di sisi pengembangan bisnis, MPXL memperluas kajian dan penjajakan peluang untuk mengelola serta mendistribusikan material industri dan komoditas strategis di luar semen curah. MPXL juga memperkuat kerja sama strategis dengan sejumlah PLTU di wilayah Jawa dan Bali untuk meningkatkan kapasitas layanan pengangkutan fly ash dan bottom ash. Material tersebut selanjutnya akan disalurkan ke pabrik-pabrik semen. Selain itu, MPXL mengembangkan layanan pengelolaan dan distribusi alumina powder yang bersumber dari pabrik-pabrik aluminium. Bisnis tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Samudera Banten Logistik, anak perusahaan dari Samudera Indonesia, untuk mendukung kebutuhan rantai pasok PT Indonesia Asahan Alumunium (INALUM).
Baca Juga: Ultrajaya (ULTJ) Gelar Right Issue 7,87 Miliar Saham, Siapkan Rencana Akuisisi Sunyoto mengatakan, perseroan kini berupaya memperbesar kontribusi dari bisnis di luar pengangkutan semen curah dan FABA. "Memang kita berupaya, kita juga sudah melihat secara komposisi, secara pie chart kita memang cukup banyak bergantung daripada pabrik semen. Tapi kita akan mulai coba masuk sebagai distributor semen curah," jelas Sunyoto. Tak sampai situ saja, strategi diversifikasi juga diperkuat dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Tambang Raya Sejahtera pada Januari 2026 lalu. Direktur sekaligus Corporate Secretary MPXL James S. Chandra mengatakan, PT Tambang Raya Sejahtera saat ini memiliki peluang untuk melakukan perdagangan batubara. Namun, realisasi bisnis tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada beberapa tambang di Sumatra Selatan dan Kalimantan. "Tambang Raya Sejahtera memiliki kesempatan untuk berdagang batubara. Saat ini, RKAB menghalangi beberapa tambang di wilayah Sumsel dan Kalimantan. Ini adalah salah satu tantangan yang agak sulit bagi kami untuk bergerak di tahun ini," ungkap James. Meski demikian, MPXL masih membidik transaksi batubara pada kuartal IV 2026. Perseroan berencana memulai transaksi batubara di wilayah Cilegon.
Di tengah ekspansi tersebut, MPXL masih menghadapi tantangan. Sunyoto bilang, tantangan perseroan saat ini terletak pada proyek batubara. Karena saat ini batubara mengalami
short supply, dan otomatis semen menjadi
short supply. "Tetapi untuk MPXL sendiri, kuartal ini pencapainya sudah 85%. Menurut perkiraan kita sampai dengan akhir tahun, seharusnya pertumbuhannya juga semakin bagus," jelasnya. Sejalan dengan itu, MPLX berhasil membukukan kinerja keuangan positif di semester I-2026. Pendapatan tercatat Rp 73,12 miliar, meningkat dari Rp 56,77 miliar pada semester I 2025. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas pada segmen jasa ekspedisi, yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 50,98 miliar, meningkat sekitar 54,5% YoY. Pun MPXL mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,11 miliar, meningkat sebesar 217,25% YoY dibandingkan posisi rugi bersih sebesar Rp 3,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,33% ke 6.441, Top Losers LQ45: SCMA, EMTK, AMMN, Jumat (18/9) Ke depan, Sunyoto menekankan MPXL akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui penguatan bisnis logistik nasional, peningkatan kontribusi jasa ekspedisi, pengembangan bisnis rental alat berat, serta memperluas portofolio usaha melalui perdagangan batubara dan layanan angkutan laut menggunakan kapal tongkang. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News