MRCCC Siloam Masuk Jajaran Rumah Sakit Kanker Terbaik Asia Pasifik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia. Perusahaan ini telah menghadirkan layanan khusus penanganan kanker lewat rumah sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Jakarta sejak tahun 2011. 

Berdasarkan hasil riset terbaru Newsweek bersama Statista, MRCCC Siloam kini sudah menempati peringkat ke-63 sebagai rumah sakit kanker terbaik di Asia Pasifik. Dengan peringkat itu, MRCCC Siloam menjadi yang paling unggul di Indonesia.

Peringkat itu didapat karena rumah sakit ini hadir sebagai rumah sakit spesialis, salah satunya yang mengembangkan kemampuan penanganan kanker.   Presiden Komisaris Siloam International Hospitals, John Riady mengungkapkan capaian tersebut merupakan angin segar bagi sektor kesehatan di Indonesia. “Di tengah upaya meningkatkan dokter spesialis dan peningkatan kualitas sektor kesehatan agar triliunan devisa tak lari ke luar negeri, masuknya MRCCC Siloam sebagai RS terbaik kanker di Asia Pasifik patut diapresiasi,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (14/8).


Dalam riset tersebut, Statista dan Newsweek menyoroti enam layanan kesehatan, mencakup kardiologi, endocrinology, neurologi, onkologi, orthopedic, dan pediatric. Riset dilakukan di negara-negara Asia Pasifik, meliputi Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.

Baca Juga: Ada UU Kesehatan, PAN: Kebutuhan Dokter Spesialis Bisa Terpenuhi   Dari layanan kanker, MRCCC Siloam masuk indeks dengan peringkat ke-63, menggunguli Anam Hospital di Korea Selatan, Medanta The Medicity di India, bahkan St Vincents’s Private Hospital di Sydney, serta Subang Jaya Medical Centre di Malaysia.   Sebaliknya RS lain dari Indonesia yang menembus peringkat 75 besar, terdapat RS Kanker Dharmais. Dari Asia Tenggara, terbanyak diwakili oleh rumah sakit berbasis di Singapura, seperti Mount Elizabeth Hospital dan National Cancer Centre Singapore yang menempati peringkat masing-masing ke-18 dan 9.   Saat ini, rasio dokter spesialis di Indonesia hanya mencapai 0,03 per 1.000 penduduk. Padahal, pemerintah menargetkan rasio dokter spesialis bisa mencapai 0,28 per 1.000 penduduk.

Menurut John, dibutuhkan komitmen bersama baik sektor privat maupun pemerintah agar Indonesia bisa untuk menyamai peringkat negara-negara maju di Asia Pasifik seperti Korea Selatan dan Jepang. “Ini tak hanya persoalan pada hilir layanan rumah sakit, tetapi ekosistem dunia kesehatan. Mulai dari pendidikan dokter spesialis, perizinan, hingga permodalan,” kata John.

Baca Juga: Ajaib Sekuritas Rekomendasikan Buy Saham CPIN, BRIS, dan SILO untuk Hari Ini (10/8)

Ia menambahkan, penguatan sektor kesehatan menjadi sangat penting untuk masa depan. Sebab, mengacu pada riset yang sama, terdapat perkembangan demografi dalam beberapa dekade ke depan terkait kebutuhan layanan spesialis bakal meningkat pesat.   Dari riset Statista itu, tegas John, disebutkan bahwa untuk kawasan Asia Pasifik dengan populasi mencapai 4 miliar orang serta PDB melebihi US$30 triliun, merupakan pasar potensial. Secara demografi, pada 2050 bahkan penduduk berusia lebih dari 60 tahun akan mengisi seperempat populasi di Asia Pasifik. “Pergeseran demografi ini akan memunculkan permintaan layanan kesehatan yang tinggi, terutama bagi layanan spesialis,” kata John.   Berkaca dari riset tersebut, John menjelaskan komitmen Lippo Group untuk berperan aktif dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Salah satu yang telah diwujudkan adalah keberadaan MRCCC Siloam yang ditujukkan demi mendukung upaya pemerintah dan membentu masyarakat untuk menekan risiko kanker.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk