KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mengembangkan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), guna memperkuat aktivitas ekonomi dan menarik investasi swasta. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, pengembangan kawasan menjadi salah satu mandat perusahaan. Sejumlah kawasan yang digarap meliputi Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M, Dukuh Atas hingga Bundaran HI. “Pengembangan kawasan kami lakukan secara creative financing, tidak ada dana yang berasal dari fiskal daerah atau fiskal negara. Itu tekad kami untuk bisa membangun Jakarta yang lebih baik,” ujar Tuhiyat dalam acara peresmian naming right Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8/2026). Baca Juga: Freeport Indonesia Hentikan Sementara Operasional Smelter di Gresik, Ini Penyebabnya MRT Jakarta saat ini mengembangkan sejumlah fasilitas pendukung di beberapa kawasan. Di Lebak Bulus, perusahaan menyiapkan park and ride, sementara di Dukuh Atas terdapat rencana pembangunan pedestrian deck. Pengembangan kawasan juga dilakukan di Blok M dan Bundaran HI. MRT Jakarta menyiapkan konektivitas pejalan kaki dan akses bawah tanah untuk memperkuat integrasi kawasan. Tuhiyat mengatakan, MRT Jakarta juga tengah berupaya mendapatkan investor untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. “Masuk ke area tengah Jakarta Pusat, Dukuh Atas kita ada rencanakan membangun pedestrian deck yang menghubungkan empat kawasan yang tidak terkoneksi sampai saat ini,” katanya. Pengembangan TOD berpotensi membuka peluang bagi sektor properti, khususnya untuk kawasan komersial, ritel, perkantoran dan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Baca Juga: Pastikan Subsidi Energi Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga Gandeng Dukcapil Bagi MRT Jakarta, pengembangan kawasan juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas sumber pendapatan di luar layanan angkutan penumpang.
MRT Jakarta Kejar Investor Swasta Garap Bisnis Kawasan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mengembangkan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), guna memperkuat aktivitas ekonomi dan menarik investasi swasta. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, pengembangan kawasan menjadi salah satu mandat perusahaan. Sejumlah kawasan yang digarap meliputi Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M, Dukuh Atas hingga Bundaran HI. “Pengembangan kawasan kami lakukan secara creative financing, tidak ada dana yang berasal dari fiskal daerah atau fiskal negara. Itu tekad kami untuk bisa membangun Jakarta yang lebih baik,” ujar Tuhiyat dalam acara peresmian naming right Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8/2026). Baca Juga: Freeport Indonesia Hentikan Sementara Operasional Smelter di Gresik, Ini Penyebabnya MRT Jakarta saat ini mengembangkan sejumlah fasilitas pendukung di beberapa kawasan. Di Lebak Bulus, perusahaan menyiapkan park and ride, sementara di Dukuh Atas terdapat rencana pembangunan pedestrian deck. Pengembangan kawasan juga dilakukan di Blok M dan Bundaran HI. MRT Jakarta menyiapkan konektivitas pejalan kaki dan akses bawah tanah untuk memperkuat integrasi kawasan. Tuhiyat mengatakan, MRT Jakarta juga tengah berupaya mendapatkan investor untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. “Masuk ke area tengah Jakarta Pusat, Dukuh Atas kita ada rencanakan membangun pedestrian deck yang menghubungkan empat kawasan yang tidak terkoneksi sampai saat ini,” katanya. Pengembangan TOD berpotensi membuka peluang bagi sektor properti, khususnya untuk kawasan komersial, ritel, perkantoran dan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Baca Juga: Pastikan Subsidi Energi Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga Gandeng Dukcapil Bagi MRT Jakarta, pengembangan kawasan juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas sumber pendapatan di luar layanan angkutan penumpang.
TAG: