MSCI Coret GOTO, Turunkan CPIN ke Small Cap, Ini Prospek IHSG Selanjutnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil MSCI Review pada Agustus sesuai ekspektasi para analis.  PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diturunkan klasifikasinya dari Global Standard menjadi Small Cap. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dihapus dari MSCI Indonesia Investable Market Index.

MSCI secara khusus menyoroti potensi masalah dalam replikasi indeks yang disebabkan oleh likuiditas GOTO yang sangat rendah. Saham GOTO diketahui telah diperdagangkan di level batas bawah Rp 50 sejak Mei, sehingga semakin menyulitkan investor untuk mereplikasi pergerakan indeks secara efektif.

Rully Arya Wisnubroto Analis Mirae Asset Sekuritas dalam riset mengatakan, dampak langsung dari keputusan tersebut diperkirakan lebih bersifat teknikal, terutama dengan potensi terjadinya arus dana keluar (passive outflows) menjelang implementasi perubahan indeks pada akhir Agustus.


Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Berhentikan Sementara Direktur Niaga Mulai 14 Agustus

Di sisi lain, tidak adanya saham Indonesia yang ditambahkan ke Standard Index berarti tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi tekanan tersebut. Kondisi ini juga sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlangsung terhadap pasar Indonesia.

Meski demikian, dampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan diperkirakan tetap relatif terbatas dan lebih terkonsentrasi pada saham-saham yang terdampak langsung oleh perubahan indeks.

Ke depan, perhatian investor akan beralih pada dinamika arus dana asing serta bagaimana MSCI melanjutkan penilaiannya terhadap tingkat investabilitas pasar Indonesia.

Secara teknikal Analis Teknikal Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji menyebut, IHSG masih ada sinyal positif dalam jangka pendek. 

Setelah pada Rabu (12/8/2026), IHSG ditutup di level 6.373,849, menguat 1,69% pada perdagangan terakhir. "Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa IHSG berhasil membentuk rebound yang solid dari area MA20, memberikan sinyal positif terhadap tren jangka pendek,” kata Nafan. 

Dia menambahkan, dari sisi indikator teknikal, MA20 dan MA60 telah membentuk golden cross, yang mengindikasikan adanya penguatan momentum. Sementara itu, indikator RSI berpotensi membentuk golden cross, memperkuat peluang berlanjutnya momentum positif. Indikator Stochastic K-D juga menunjukkan sinyal yang positif.

Dengan kondisi teknikal tersebut, strategi yang disarankan adalah mengakumulasi saham-saham pilihan dengan fundamental yang solid, terutama saham yang masih berada pada valuasi relatif murah. Investor juga dapat mencermati saham-saham yang mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (reversal).

Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 6.292 dan 6.242, sementara area resistance berada di 6.406 dan 6.454.

Adapun teknikal saham CPIN berada dalam fase akumulasi. Saham ini memiliki target harga pertama (TP1) di Rp 3.210, atau berpotensi menguat 1,90%, diikuti target price kedua di Rp 3.250 (+3,17%) dan TP3 Rp 3.630 (+15,24%). Area support berada di Rp 3.080 dan Rp 3.010.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News