MSCI Perpanjang Review Pasar Saham RI, Risiko Turun ke Frontier Market Mereda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global, MSCI memutuskan untuk memperpanjang peninjauan terhadap transparansi pasar saham Indonesia. Alhasil, untuk sementara Indonesia tetap menyandang status sebagai emerging market dan tidak mengalami penurunan ke level frontier market.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder Pasardana Hans Kwee mengatakan, keputusan MSCI sudah sesuai prediksi bahwa Indonesia tetap bertahan di Emerging market berdasarkan MSCI Market Classification Review. MSCI memiliki catatan positif untuk agenda reformasi pasar saham Indonesia. 

Dalam hal ini, pasar saham Indonesia pasca reformasi telah menjadi salah satu pasar modal paling transparansi di dunia dengan penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan granularity klasifikasi investor, dan pengembangan pelaporan Pemilik Manfaat atau Ultimate Beneficial Owner (UBO). 


Baca Juga: Chandra Asri Pacific (TPIA) Bakal Terbitkan Obligasi Bernilai Jumbo Rp 2,25 Triliun

Biasanya, penyediaan data kepemilikan saham di bursa lain di luar negeri hanya di atas 5%. Selain itu, klasifikasi investor Indonesia juga naik dari 9 investor menjadi 39 investor serta ada data UBO yang didapatkan dengan permintaan.

Berdasarkan catatan MSCI, Indonesia masih dapat sorotan soal transparansi kepemilikan saham dan coordinated trading atau perdagangan terkoordinasi. Namun, MSCI mengakui perbaikan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) lewat agenda reformasi pasar modal, meski MSCI menekankan pada pelaksanaan dari aturan dan konsistensinya. 

Kelak, MSCI akan melihat konsistensi reformasi pasar modal Indonesia sampai jadwal tinjauan berikutnya pada November 2026. 

"Ini punya arti agenda reformasi pasar modal Indonesia sebenarnya sudah menjawab keraguan MSCI di akhir Januari 2026 ketika pertama kali Indonesia terkena Interim Freeze, tetapi perlu dilaksanakan dengan konsisten," ujar Hans dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Melihat hasil MSCI Accessibility Review, Hans menyebut Indonesia sebenarnya menjadi salah satu negara yang termasuk paling baik aksesibilitasnya bagi investor asing. Kekhawatiran Investor akan risiko Indonesia akan turun dari emerging market ke froniter market telah menghilang pada MSCI Market Classification Review Juni 2026.

Pada perdagangan intraday Rabu (24/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sementara terkoreksi 1,02% ke level 6.038,92.

Baca Juga: Rupiah Spot Turun 0,58% ke Rp 17.965 per Dolar AS Rabu (24/6) Pagi, Terlemah di Asia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News