MSIG Indonesia Waspadai Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Investasi Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) mewaspadai sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja investasi pada tahun ini. Presiden Direktur MSIG Indonesia, Tomosuke Tsuruoka mengatakan salah satunya adalah potensi volatilitas di pasar keuangan dan dinamika arah kebijakan suku bunga ke depan. 

"Selain itu, fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi kinerja pasar obligasi maupun instrumen keuangan lainnya," katanya kepada Kontan, Senin (1/6/2026).

Oleh karena itu, Tomosuke menerangkan pengelolaan investasi MSIG Indonesia akan tetap dilakukan secara prudent dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, disiplin manajemen risiko, serta fokus pada keberlanjutan kinerja jangka panjang perusahaan.


Baca Juga: BI Rate Naik, MSIG Indonesia Atur Ulang Portofolio: SBN Terbesar, Deposito Meroket

Lebih lanjut, MSIG Indonesia turut angkat bicara mengenai suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang meningkat menjadi 5,25%. Dalam mengelola investasi usai BI Rate naik, Tomosuke menyebut pihaknya akan mempertimbangkan penempatan dana secara lebih selektif dengan tenor dan profil risiko yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

"Kami juga terus mencermati momentum pasar untuk memperoleh kombinasi imbal hasil dan likuiditas yang optimal," ucapnya.

Tomosuke juga menilai kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,25% berpotensi memberikan dampak positif terhadap hasil investasi perusahaan. Khususnya, melalui peningkatan suku bunga deposito dan yield obligasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih menarik bagi penempatan dana baru.

Baca Juga: MSIG Indonesia Catat Pertumbuhan Premi Properti 9,67% pada Kuartal I-2026

Tomosuke menyampaikan kondisi itu juga membuka peluang bagi MSIG Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan kas, serta penempatan investasi jangka pendek dan menengah pada instrumen pendapatan tetap dengan imbal hasil yang lebih kompetitif. Meski demikian, dia bilang pihaknya akan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan profil risiko perusahaan.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, MSIG Indonesia mencatatkan total investasi sebesar Rp 1,86 triliun per April 2026. Penempatan investasi terbesar berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai Rp 1,14 triliun atau porsinya 61,29%. Diikuti instrumen deposito berjangka dengan nilai Rp 615,73 miliar, atau porsinya 32,80%. 

Baca Juga: Hadapi Tantangan Geopolitik, MSIG Life Lakukan Diversifikasi Portofolio Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News