KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2023, hal ini terlihat dari perolehan premi yang cukup signifikan. Presiden Direktur dan CEO MSIG Life Wianto Chen menyatakan total pendapatan premi di 2023 (unaudited) mencapai Rp 2,8 triliun, stabil dibandingkan perolehan tahun 2022. Sementara itu, pendapatan premi reguler mengalami pertumbuhan sebesar 30%. “Pertumbuhan tersebut didorong oleh diversifikasi bauran produk, dan shifting ke produk tradisional serta kesehatan dengan premi reguler yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (21/2).
Wianto mengungkapkan, MSIG Life juga telah membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 608 miliar sepanjang 2023. Dia bilang, klaim untuk asuransi kesehatan meningkat sebesar 39%. Baca Juga: IFG Life Bukukan Pendapatan Premi Rp 1,2 Triliun Sepanjang 2023 Wianto menjelaskan, di tahun ini terdapat beberapa tantangan di industri asuransi jiwa pertama literasi dan inklusi asuransi jiwa yang masih rendah. Kedua, kebijakan regulator mulai dari penerapan IFRS 17, hingga spin-off bisnis syariah. “Perusahaan optimis untuk meraih peluang di 2024, didukung kekuatan finansial ekuitas hingga Rp 7,5 triliun dengan risk based capital (RBC) sebesar 2.014% per Desember 2023 (unaudited),” jelasnya. Wianto menuturkan, terdapat empat fokus utama yang bakal dilakukan MSIG Life di tahun 2024, di antaranya pertama adaptasi regulasi, di mana pihaknya akan terus memantau dan menyesuaikan operasi perusahaan dengan regulasi baru untuk memastikan kepatuhan dan efisiensi. Kedua, inovasi produk, pihaknya mengintegrasikan umpan balik dari pelanggan dan tren pasar ke dalam pengembangan produk agar tetap relevan dan kompetitif. Ketiga, peningkatan layanan pelanggan, melalui teknologi dan pelatihan, pihaknya akan meningkatkan interaksi pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan mempertahankan loyalitas. Keempat, peningkatan kapasitas penjualan seluruh kanal distribusi dan kualitas tenaga pemasar, di mana perusahaan membuka akses lebih luas dan menghadirkan perlindungan sesuai kebutuhan bagi masyarakat.