MSIG Life Proyeksikan Unitlink Jadi Lebih Terbatas dan Tersegmentasi Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pendapatan premi unitlink bakal bakal pulih (rebound) pada tahun ini. Sebab, capaian premi asuransi jiwa sudah mencapai batas (bottom), khususnya produk unitlink, sehingga bakal berangsur pulih ke depan.

Mengenai hal itu, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) memproyeksikan unitlink akan menjadi lebih terbatas dan tersegmentasi pada tahun ini. Presiden Direktur & CEO MSIG Life Wianto Chen menyampaikan hal itu karena proses dan syarat pembelian unitlink yang lebih kompleks dibanding produk tradisional.

Wianto berpendapat unitlink akan menyasar ke segmen menengah ke atas (sejalan dengan aturan minimum premi), yang memiliki pemahaman finansial dan investasi baik, serta mencari solusi asuransi-investasi jangka panjang. 


"Selain itu, mereka yang paham dan ingin mengelola risiko investasi secara aktif, serta mencari keseimbangan antara proteksi dan potensi pertumbuhan investasi," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (1/3).

Baca Juga: MSIG Life Rilis Unitlink Smile Optima Flexilink

Untuk memaksimalkan penjualan unitlink tahun ini, Wianto mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya beradaptasi dengan regulasi, yakni MSIG Life akan terus memantau dan menyesuaikan operasi dengan regulasi baru untuk memastikan kepatuhan dan efisiensi.

Dari sisi inovasi produk, Wianto menerangkan pihaknya akan mengintegrasikan umpan balik dari pelanggan dan tren pasar ke dalam pengembangan produk agar tetap relevan dan kompetitif. Berdasarkan, peningkatan layanan pelanggan, dia menyebut MSIG akan memaksimalkan melalui teknologi dan pelatihan guna terus berupaya meningkatkan kepuasan dan mempertahankan loyalitas nasabah.

"Selain itu, melalui peningkatan kapasitas penjualan seluruh kanal distribusi dan kualitas tenaga pemasar dengan membuka akses lebih luas, serta menghadirkan perlindungan sesuai kebutuhan bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wianto menyampaikan shifting tren pasar ke tradisional, diversifikasi produk, dan penyesuaian dengan peraturan regulator di MSIG Life, mendorong kontribusi produk tradisional tumbuh melampaui unitlink pada 2023.  

Baca Juga: Klaim Asuransi Kesehatan Diproyeksi Naik Pada 2024

Secara rinci, dia menyebut kontribusi pendapatan premi dari unitlink sebesar 67% dan tradisional sebesar 33% pada 2022. Adapun pada 2023, komposisi unitlink dan tradisional makin seimbang. 

"Pada September 2023, kontribusi pendapatan premi dari unitlink sebesar 47% dan tradisional sebesar 53%," katanya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Ogi Prastomiyono mengatakan mencatat akumulasi premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 7,99% year on year (YoY) menjadi Rp 117,41 triliun pada 2023. Walaupun masih ditekan oleh premi unitlink, tetapi sudah mencapai batas (bottom) dan diperkirakan bakal rebound.

“Kami memperkirakan capaian tersebut sudah menyentuh bottom untuk asuransi jiwa, khususnya unitlink,“ ujarnya di Jakarta.

Ogi menjelaskan pihaknya optimistis kinerja produk unitlink bakal berangsur baik pada tahun ini. Sebab, produk tersebut telah menyentuh batas (bottom) dan telah menunjukkan performa positif. Menurutnya, hal itu didorong oleh penerbitan Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Paydi yang berjalan baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati