MSIG Life Terapkan Teknologi AI pada Pengelolaan Klaim Asuransi Kesehatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan peran teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), mulai dimanfaatkan industri perasuransian, khususnya pada lini asuransi kesehatan.

Adapun pemanfaatan AI bertujuan untuk mendukung peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan. 

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) juga menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa yang sudah menerapkan AI untuk operasional bisnis.


Direktur MSIG Life Elly Susanti menyampaikan AI sudah diterapkan pada pengelolaan klaim asuransi kesehatan.

"Adapun kemampuannya untuk mengumpulkan seluruh informasi klaim dan melakukan analisis berdasarkan ketentuan polis dan kondisi medis yang ada," ungkapnya dalam Public Expose di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: MSIG Life Kerja Implementasikan Dewan Penasihat Medis, Ini Strateginya

Elly menuturkan peran teknologi seperti AI dalam proses klaim dapat membantu tim analis perusahaan untuk melakukan analisis klaim kesehatan dengan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih konsisten.

Dia bilang analisis tersebut memiliki manfaat ke depannya untuk membantu mendeteksi potensi fraud, waste, and abuse mulai dari pemalsuan dokumen hingga pemberian pengobatan yang berlebihan. 

Elly menyampaikan penerapan AI dalam lini asuransi kesehatan akan terus dioptimalkan secara bertahap. Dia berharap penerapan AI nantinya dapat memberikan nilai tambah terhadap pengelolaan klaim perusahaan.

"Penerapannya dilakukan kami secara bertahap. Akurasinya seiring dengan waktu akan bertambah, sehingga makin baik dan cakupannya juga makin luas. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat memberikan nilai tambah yang lebih untuk pengelolaan klaim manajemen kami," ujarnya.

Terkait kinerja lini asuransi kesehatan, Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen mengeklaim rasio klaim kesehatan perusahaan masih terjaga di bawah 100%.

Dia menerangkan terjaganya rasio klaim tak terlepas dari premi kesehatan yang diterima masih lebih tinggi daripada klaim yang dibayar.

Baca Juga: MSIG Life Mencari Opsi untuk Penuhi Ketentuan Free Float 15%

"Jadi, secara loss ratio masih di 92% untuk asuransi individu, tetapi untuk asuransi kumpulan lebih sehat sekitar 85%. Kami lebih baik sedikit menurun, walaupun belum mencapai target yang diinginkan," kata Wianto.

Sebelumnya, OJK menyebut pemanfaatan AI pada lini asuransi kesehatan digunakan dalam proses underwriting, pengelolaan klaim, deteksi potensi fraud, analisis data kesehatan, serta layanan pelanggan melalui chatbot.

Selain itu, digunakan juga untuk pengembangan produk yang lebih sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah.

Dari perspektif OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan pemanfaatan AI merupakan bagian dari transformasi digital yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan industri perasuransian. 

Meski demikian, dia menyebut penerapan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan didukung tata kelola yang baik dan penerapan manajemen risiko memadai. 

"Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa risiko yang timbul dari penggunaan AI, seperti risiko operasional, siber, model (model risk), pelindungan data pribadi, serta bias algoritma, telah diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dikendalikan secara efektif," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK.

Baca Juga: MSIG Life Catatkan Pertumbuhan APE 7% Menjadi Rp 790 Miliar pada Semester I-2026

Ogi menyampaikan penggunaan AI juga tidak menghilangkan tanggung jawab direksi dan manajemen perusahaan dalam memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan tetap dapat dipertanggungjawabkan, transparan, adil, dan tidak merugikan konsumen.

Sementara itu, Ogi memandang bahwa penerapan AI harus sejalan dengan prinsip kehati-hatian (prudential principle).

Dengan demikian, inovasi teknologi tidak mengorbankan kualitas pengelolaan risiko maupun pelindungan konsumen. Ke depannya, OJK mendukung pemanfaatan AI sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing industri perasuransian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News