MSIG Life Waspadai Volatilitas Pasar Saham, Perkuat Strategi Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja investasi asuransi jiwa, terutama volatilitas pasar saham dan dinamika suku bunga.

Director MSIG Life Eiji Takahashi mengatakan, perkembangan pasar keuangan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan investasi, termasuk untuk portofolio non-unitlink.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, MSIG Life menerapkan kebijakan investasi secara disiplin melalui pendekatan Asset Liability Management (ALM).


Baca Juga: OJK Turun Tangan Dalami Isu Gangguan Transaksi di MNC Bank

"Kami fokus pada keseimbangan antara imbal hasil, risiko, dan kebutuhan pembayaran kewajiban kepada pemegang polis," ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).

Eiji meyakini, perusahaan memiliki posisi yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai kondisi pasar. Hal ini didukung portofolio investasi yang terdiversifikasi dan didominasi aset relatif stabil, terutama obligasi pemerintah.

Menurutnya, penempatan investasi pada obligasi pemerintah ditujukan untuk mendukung stabilitas imbal hasil.

Portofolio tersebut juga dilengkapi instrumen pasar uang untuk menjaga likuiditas, serta alokasi selektif pada saham dan aset global guna menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang.

MSIG Life juga mengoptimalkan kinerja investasi melalui penerapan ALM dan diversifikasi portofolio secara terukur.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara hasil investasi dan kewajiban perusahaan kepada pemegang polis.

Baca Juga: Dirut J Trust Bank Ritsuo Fukadai Ajukan Pengunduran Diri, Tunggu Persetujuan OJK

Di sisi lain, Eiji mengungkapkan bahwa perusahaan turut memantau perkembangan klaim partial withdrawal dan surrender pada produk unitlink.

Pemantauan dilakukan di tengah dinamika pasar saham yang berpotensi memengaruhi perilaku nasabah.

Menurutnya, aktivitas surrender dan partial withdrawal menjadi bagian dari indikator yang diperhatikan perusahaan dalam pengelolaan risiko dan likuiditas.

"Alokasi aset dapat disesuaikan untuk memastikan kebutuhan likuiditas terpenuhi," ungkapnya.

Meski demikian, Eiji menyebut hingga saat ini belum terdapat peningkatan signifikan pada aktivitas klaim surrender dan partial withdrawal.

Dari sisi kinerja keuangan, berdasarkan laporan keuangan dengan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, MSIG Life membukukan laba sebesar Rp 181 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 69% secara tahunan atau year on year (YoY).

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Ikut Dongkrak Biaya Medis, Ini Strategi Zurich Indonesia

Pada periode yang sama, Contractual Service Margin (CSM) MSIG Life tumbuh 8% YoY menjadi Rp 913 miliar. Perseroan juga mencatatkan ekuitas sebesar Rp 8,19 triliun.

Adapun rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) MSIG Life mencapai 1.381,6%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%.

Sementara itu, pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan atau Annual Premium Equivalent (APE) tumbuh 7% YoY menjadi Rp 790 miliar pada semester I-2026.

MSIG Life juga telah membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 545 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News