KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel mobil bekas PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memproyeksikan penjualan mobil bekas meningkat menjelang periode mudik Lebaran 2026. Proyeksi ini sejalan dengan pola musiman yang selama ini menunjukkan lonjakan permintaan kendaraan pribadi menjelang hari raya. Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra mengatakan, kebutuhan masyarakat untuk bepergian jarak jauh bersama keluarga menjadi pendorong utama kenaikan permintaan. Selain faktor musiman, kenaikan harga mobil baru turut mendorong konsumen beralih ke mobil bekas. “Penjualan mobil bekas jelang mudik Lebaran 2026 kami proyeksikan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan harga mobil baru membuat mobil bekas menjadi alternatif yang lebih rasional,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: Strategi ASLC Jaga Kinerja Bisnis Mobil Bekas 2025 ASLC mencatat percepatan permintaan mulai terlihat sejak awal Februari 2026, tercermin dari meningkatnya trafik pengunjung dan transaksi. Untuk menangkap momentum ini, perseroan menyiapkan stok yang memadai agar ketersediaan unit terjaga dan harga tetap stabil sepanjang Ramadan hingga Lebaran. Meski demikian, ASLC tidak memasang target penjualan khusus untuk periode Ramadan–Lebaran. Perseroan tetap mengacu pada target tahunan dengan sasaran pertumbuhan penjualan dua digit secara tahunan (year-on-year). “Momentum Lebaran selalu memberi kontribusi positif, tapi secara korporasi kami tetap fokus pada target tahunan,” jelas Jany. Dari sisi wilayah, kontribusi penjualan terbesar diperkirakan masih berasal dari area operasional showroom **Caroline.id**, terutama Jabodetabek dan Jawa Barat.
Baca Juga: Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Bidik Lonjakan Penjualan Mobil Bekas Jelang Lebaran Untuk segmen kendaraan, minat konsumen masih didominasi mobil berkapasitas besar, khususnya MPV 7-seater yang dinilai paling sesuai untuk kebutuhan mudik keluarga. Adapun dari sisi merek, unit bekas Toyota dan Daihatsu masih menjadi yang paling banyak dicari. Preferensi ini mengikuti dominasi kedua merek tersebut di pasar mobil baru dan belum menunjukkan pergeseran signifikan dibandingkan tahun lalu. Di sisi harga, pasar mobil bekas mengalami penyesuaian seiring melemahnya daya beli sepanjang 2025. Rata-rata harga jual di platform Caroline.id turun ke kisaran Rp170 juta, dari hampir Rp200 juta pada 2024. Pergeseran ke segmen harga yang lebih terjangkau membuat margin relatif lebih tipis. Namun, stagnasi pasar mobil baru justru membuka peluang bagi mobil bekas sebagai pilihan yang lebih masuk akal. ASLC menilai ketersediaan stok masih terjaga, meski tekanan nilai tukar berpotensi memengaruhi persepsi harga di pasar. Untuk menjaga daya saing, ASLC mengandalkan ekosistem terintegrasi bersama ASSA Group, termasuk bisnis rental, logistik, hingga balai lelang JBA. Data transaksi dari ekosistem tersebut dimanfaatkan melalui sistem penetapan harga berbasis data di Cartalog.id.
Baca Juga: Harga Melesat Tinggi, BEI Suspensi Saham Autopedia Sukses (ASLC) “Dengan pricing engine berbasis data, harga menjadi lebih transparan dan seimbang antara stok dan permintaan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen,” kata Jany.
Ke depan, ASLC optimistis tekanan harga dan margin akan mereda seiring membaiknya daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi, sehingga mendorong pertumbuhan pasar mobil bekas yang lebih sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News