KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memanaskan mesin persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan pergerakan masyarakat pada tahun ini bakal mencapai 143,91 juta orang atau setara 50,60% dari total penduduk Indonesia. Meski angka survei tersebut menurun 1,75% dibandingkan potensi tahun 2025 yang sebesar 146 juta orang, Menhub tetap mewaspadai lonjakan di lapangan. Belajar dari pengalaman tahun lalu, realisasi pergerakan justru melambung melampaui prediksi survei.
Baca Juga: Ketua Banggar Sebut Beban Fiskal Bertambah Bila Defisit APBN Lebih dari 3%, "Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada Tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (11/3/2026). Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah menyiapkan serangkaian strategi. Selain memastikan kelaikan sarana dan prasarana di semua moda, pemerintah juga akan memberikan stimulus ekonomi berupa pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api, hingga penyeberangan. Pemerintah juga akan kembali menyelenggarakan program mudik gratis, pemberlakuan kebijakan
work from anywhere (WFA), rekayasa lalu lintas, hingga penyediaan armada tambahan. Operasi pemantauan pun kini berbasis digital dengan mengandalkan
live streaming drone dan pantauan 7.159 CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis. Khusus untuk jalur laut, Kemenhub menyiapkan skema buffer zone secara berlapis di Pelabuhan Merak guna mencegah penumpukan kendaraan. Rest area jalan tol mulai dari KM 13, KM 43, hingga KM 63 akan dioptimalkan sebagai kantong parkir sementara sebelum kendaraan masuk ke area pelabuhan. Pemerintah juga telah memetakan 5 jalur penyeberangan utama dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Jalur tersebut meliputi Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT. Krakatau Bandar Samudera–Panjang sebagai rencana kontingensi (
contingency plan).
Untuk arus menuju Bali dan NTB, jalur Ketapang–Gilimanuk dan Jangkar–Lembar tetap menjadi andalan. Namun, Menhub memberikan catatan khusus terkait jadwal hari raya yang berdekatan dengan momen sakral di Pulau Dewata.
Baca Juga: Belum Ada Diskusi Soal Pelebaran Defisit Anggaran, Ketua Banggar Sarankan Efisiensi "Kami juga melihat perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi pembatasan operasional pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali karena Perayaan Nyepi dan Idul Fitri pada waktu yang berdekatan," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News