MUF Catat Pembiayaan Digital Tumbuh 15,7%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan penyaluran pembiayaan melalui kanal digital tumbuh 15,7% YoY hingga Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan digital di industri multifinance.

Plt. Direktur Utama Mandiri Utama Finance Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan, MUF terus memperluas kanal pembiayaan digital untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Hingga Agustus 2026, penyaluran pembiayaan melalui kanal digital MUF tumbuh 15,7% YoY, sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan digital di industri multifinance. 


Baca Juga: Selenggarakan Munas, Kuseryansyah Terpilih Jadi Ketua Umum AFPI Periode 2026-2029

“Pada tahun 2026 ini kami memperluas kanal pembiayaan digital melalui aplikasi MUF App, melengkapi kanal digital lainnya seperti MOAS, BSI OTO dan MUF Dana, untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat,” ujar Dapot kepada Kontan, Jum'at (2/10/2026).

Memasuki akhir tahun, MUF masih melihat peluang pertumbuhan pembiayaan. Namun, ekspansi tersebut tetap dibarengi dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko untuk menjaga kualitas portofolio.

“Hingga akhir tahun, MUF optimistis melihat peluang pertumbuhan pembiayaan masih terbuka. Pertumbuhan tersebut tentunya harus tetap diiringi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang prudent untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan,” katanya.

Di sisi lain, Dapot menilai produk dan segmen fintech lending, pegadaian, dan multifinance memiliki karakteristik yang berbeda. MUF sendiri menawarkan pembiayaan dana tunai berbasis jaminan BPKB.

“Fintech lending, pegadaian, dan multifinance memiliki karakteristik produk dan segmen yang berbeda. Pembiayaan dana tunai di multifinance seperti MUF fokus pada pembiayaan berbasis jaminan BPKB,” jelas Dapot.

Hal tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana, baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif, dengan memanfaatkan aset kendaraan yang dimiliki.

Baca Juga: Kelas Menengah Tertekan, Pertumbuhan Tabungan di Bawah Rp100 Juta Melambat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: