MUF Catatkan Kinerja Positif Kuartal I-2026 di Tengah Dinamika Perekonomian



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan multifinance, PT Mandiri Utama Finance (MUF), mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026 ini di tengah dinamika perekonomian.

Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco, mengatakan perusahaan membukukan piutang pembiayaan dobel digit per Maret 2026.

"Pertumbuhan total piutang pembiayaan sebesar 15,8% secara tahunan atau Year on Year (YoY) per Maret 2026," katanya kepada Kontan, Minggu (10/5/2026).


Kinerja positif juga tercermin pada total aset MUF yang tumbuh 26,6% secara YoY.

Baca Juga: Menakar Urgensi Ajang World Economic Forum di Tengah Guncangan Ekonomi Global

Dapot menerangkan, pencapaian positif itu didorong penguatan kolaborasi dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI), kerja sama dengan dealer, showroom dan mitra, serta optimalisasi kanal digital. 

Dari sisi kualitas aset, Dapot mengatakan MUF berhasil menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di level 1,37% per Maret 2026, atau jauh di bawah rata-rata industri. 

"Kondisi itu mencerminkan keberhasilan strategi manajemen risiko untuk ekspansi terukur yang dilakukan oleh MUF," ucapnya.

Ke depannya, Dapot mengatakan MUF akan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pembiayaan melalui strategi yang selektif dan prudent.

Lebih lanjut, Dapot tak memungkiri kondisi dinamika ekonomi pada awal 2026 masih cukup menantang bagi industri multifinance, terutama terkait daya beli dan kehati-hatian konsumen.

Baca Juga: bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp221,4 Triliun

Meski demikian, dia bilang MUF masih mencatatkan permintaan pembiayaan yang tetap terjaga, termasuk permintaan di segmen kendaraan listrik yang makin meningkat.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance kembali melambat menjadi 0,61% YoY, dengan nilai Rp 514,09 triliun per Maret 2026.

Sementara itu, tingkat NPF gross multifinance tercatat meningkat jadi 2,83% per Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News