MUF Optimistis Pembiayaan ke Sektor Produktif Masih Bisa Bertumbuh, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) optimistis penyaluran pembiayaan ke sektor produktif masih bisa terus bertumbuh ke depannya.

Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga mengatakan hal itu dipicu meningkatnya aktivitas dunia usaha, kebutuhan pembiayaan investasi, maupun modal kerja. 

"Meski demikian, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan kualitas pembiayaan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).


Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Resmi Mengangkat Direksi Baru

Ke depannya, Dapot menyampaikan MUF akan menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja pembiayaan untuk sektor produktif. Dia bilang pihaknya akan terus memperkuat pembiayaan sektor produktif melalui pengembangan kerja sama dengan pelaku usaha.

"Ditambah, memperluas sinergi dengan ekosistem Bank Mandiri untuk memperluas basis pelanggan, sekaligus memastikan MUF memiliki sumber pendanaan yang kuat," tuturnya.

Terkait kinerja, Dapot menerangkan penyaluran pembiayaan sektor produktif MUF menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Juli 2026, pembiayaan sektor produktif tumbuh sebesar 34% secara tahunan alias year on year (YoY).  

Baca Juga: RI Perkuat Resiliensi Ekosistem Sistem Pembayaran Nasional di Tengah Tantangan Global

"Nilainya berkontribusi 28% terhadap total pembiayaan baru MUF," kata Dapot.

Dapot mengatakan hal itu mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor yang produktif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan produktif multifinance per Mei 2026 mencapai Rp 242,08 triliun. Nilainya terkontraksi 1,97%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan produktif memakan porsi 44,57% terhadap total pembiayaan multifinance per Mei 2026. Meski tertekan, dia memperkirakan masih ada ruang bagi pembiayaan produktif untuk tumbuh positif ke depannya, seiring adanya kebutuhan pembiayaan dari sektor tersebut. 

Adapun OJK sempat menargetkan porsi penyaluran pembiayaan multifinance ke sektor produktif sebesar 46%-48% pada 2026-2027. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News