MUF Sebut Kenaikan Penjualan Mobil Jadi Sinyal Positif bagi Pembiayaan Kendaraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, penjualan dari dealer ke konsumen mencapai 433.848 unit hingga Juni 2026, atau naik 10,5% Year on Year (YoY). Adapun total wholesales mencapai 436.564 unit hingga Juni 2026, atau meningkat 15,9% YoY.

Mengenai hal itu, PT Mandiri Utama Finance (MUF) melihat kenaikan penjualan mobil sebagai sinyal positif bagi industri pembiayaan untuk dapat meningkatkan portofolio pembiayaan kendaraan. Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga menilai tren kenaikan itu perlu dimaksimalkan industri.

Baca Juga: NPF Bank BJB Syariah Capai 4,01%, Bank Perkuat Early Warning System untuk Jaga Aset


"Perlu dimaksimalkan pelaku usaha pembiayaan, dengan menghadirkan inovasi produk dan layanan yang relevan sejalan perkembangan tren konsumen," katanya kepada Kontan, Rabu (12/8).

Lebih lanjut, Dapot melihat prospek pembiayaan mobil hingga akhir tahun ini tetap positif. Dia menjelaskan hal tersebut dipicu permintaan kendaraan masih terjaga, didukung juga berbagai program penjualan.

"Ditambah, adanya pilihan skema pembiayaan yang semakin beragam, serta pertumbuhan segmen kendaraan listrik," ucapnya.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan mobil baru dan mobil bekas di industri multifinance terkontraksi 3,25% YoY, dengan nilai Rp 230,47 triliun per Juni 2026. 

Namun, MUF masih mencatatkan pertumbuhan hingga dobel digit untuk pembiayaan mobil baru. Dapot menyampaikan pembiayaan mobil baru perusahaan tumbuh 16,25% YoY per Juni 2026. Sementara itu, penyaluran pembiayaan MUF tumbuh 7,21% secara YoY.

Dapot menerangkan pertumbuhan itu akan terus didorong MUF hingga akhir tahun melalui penguatan kerja sama dengan dealer, showroom, mitra untuk regular market, serta sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI untuk captive market. 

Baca Juga: BNI Pastikan Eksposur Pembiayaan ke BUMN Karya Tetap Dikelola Secara Prudent

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News