MUF Tak Bedakan Bunga Kredit Mobil Listrik dan Konvensional, Ini Penjelasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) sempat menyoroti perbedaan suku bunga kredit yang ditawarkan perusahaan pembiayaan menjadi tantangan bagi calon konsumen kendaraan listrik.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) beralasan penetapan suku bunga pembiayaan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain profil risiko debitur, tenor, serta karakteristik kendaraan. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko MUF Reza Adriansyah menerangkan MUF tidak secara khusus menetapkan bunga yang lebih tinggi untuk kendaraan listrik. Dalam mengelola risikonya, dia bilang MUF memperhatikan beberapa aspek.


Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan PT Sarana Pasar Digital

"Aspeknya, yakni perkembangan nilai jual kembali, kondisi dan usia baterai, serta ketersediaan layanan purnajual, disertai penilaian kemampuan bayar debitur secara prudent," ujarnya kepada Kontan, Rabu (4/11/2026).

Dengan demikian, Reza menerangkan pada dasarnya tidak ada selisih suku bunga yang ditetapkan MUF secara baku antara pembiayaan kendaraan listrik dan kendaraan konvensional. Dia bilang besaran bunga dapat bervariasi sesuai profil risiko debitur, jenis kendaraan, tenor, serta program pembiayaan yang berlaku.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan MUF menjaga daya saing pembiayaan kendaraan listrik melalui penguatan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko secara prudent untuk menekan potensi loss dari pembiayaan. Dia bilang upaya tersebut didukung sinergi dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia melalui skema joint financing, sehingga memperkuat dukungan pendanaan dan pemanfaatan captive market yang memberikan akses terhadap basis nasabah yang kuat dan berkualitas baik. 

"MUF juga terus memperkuat kolaborasi dengan dealer dan mitra ekosistem untuk menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif dengan tetap menjaga kualitas portofolio," tuturnya.

Hingga September 2026, Reza mengatakan MUF telah menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik sebesar Rp 2,53 triliun. Nilainya tumbuh 66,3%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News