Mulai 1 Februari 2026, Investor Asing Bebas Masuk Pasar Saham Arab Saudi



KONTAN.CO.ID - RIYADH. Otoritas Pasar Modal Arab Saudi (Capital Market Authority/CMA) mengumumkan bahwa investor asing akan dapat berinvestasi secara langsung di pasar saham Arab Saudi mulai 1 Februari 2026.

Dewan CMA telah menyetujui perubahan regulasi yang memungkinkan pasar modal Arab Saudi, di seluruh segmennya, dapat diakses oleh investor dari berbagai negara untuk berpartisipasi secara langsung.

Dalam pernyataan resminya, CMA menyebutkan bahwa amendemen yang disetujui tersebut bertujuan untuk memperluas dan mendiversifikasi basis investor yang diperbolehkan berinvestasi di Pasar Utama (Main Market). Langkah ini diharapkan dapat mendorong arus masuk investasi serta meningkatkan likuiditas pasar.


Kepemilikan investor internasional di pasar modal Arab Saudi tercatat melampaui SR590 miliar (sekitar US$157,32 miliar) hingga akhir kuartal III 2025. Sementara itu, investasi internasional di Pasar Utama mencapai sekitar SR519 miliar pada periode yang sama, atau tumbuh 4% secara tahunan.

Baca Juga: Kementerian Keuangan Arab Saudi Tambah Kepemilikan Saham di Grup Binladin di Atas 86%

“Amendemen yang disetujui menghapus konsep Qualified Foreign Investor di Pasar Utama, sehingga memungkinkan seluruh kategori investor asing mengakses pasar tanpa harus memenuhi persyaratan kualifikasi tertentu,” ujar CMA.

“Selain itu, regulasi terkait perjanjian swap juga dihapus, yang sebelumnya digunakan sebagai opsi bagi investor asing non-residen untuk memperoleh manfaat ekonomi terbatas dari efek tercatat, serta membuka peluang investasi langsung pada saham yang terdaftar di Pasar Utama,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Juli lalu, CMA juga telah menyetujui sejumlah kebijakan untuk menyederhanakan prosedur pembukaan dan pengelolaan rekening investasi bagi kategori investor tertentu.

Kebijakan tersebut mencakup investor asing perorangan yang berdomisili di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta mereka yang pernah tinggal di Arab Saudi atau di negara GCC lainnya.

Baca Juga: Arab Saudi Diam-Diam Perluas Akses ke Toko Alkohol, Antrean Mengular & Harga Selangit

Langkah tersebut dinilai sebagai fase transisi menuju keputusan terbaru ini, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar di Pasar Utama sekaligus mendukung perekonomian domestik.

Arab Saudi, yang kini telah menempuh lebih dari separuh jalan dari rencana transformasi ekonominya untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, terus berupaya menarik investor asing. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pembentukan exchange-traded funds (ETF) bersama mitra Asia, termasuk Jepang dan Hong Kong.

Selanjutnya: Ketua PBNU Aizzudin Bantah Terima Aliran uang Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/1) Jabodetabek Hujan Lebat di Daerah Ini