KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah memperkuat sinergi dengan induk usaha, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), untuk memperluas basis nasabah pembiayaan emas. Perseroan tengah melakukan uji coba dengan sejumlah Kantor Cabang Utama (KCU) BCA untuk menawarkan produk emas kepada nasabah BCA, khususnya segmen prioritas. Syariah Head of Retail and Consumer Business Unit BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan mengatakan, peluang menggarap nasabah BCA masih cukup besar, terutama nasabah yang memiliki kebutuhan pembiayaan emas dengan gramasi besar. "Sinergi kita dengan BCA itu sangat kunci untuk penjualan emas ini," ujar Bukit.
Menurut dia, BCA Syariah saat ini tengah melakukan pilot project bersama sejumlah KCU BCA, khususnya KCU dengan kategori A. Melalui sinergi tersebut, BCA Syariah menyasar nasabah BCA dengan profil prioritas yang berpotensi mengambil pembiayaan emas dalam jumlah besar.
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Tumbuh 81,8%, Capai Rp 598 Miliar hingga Agustus 2026 Bukit mengatakan, strategi tersebut menjadi salah satu upaya BCA Syariah memperluas pasar pembiayaan emas. Selama ini, nasabah dengan kebutuhan emas dalam gramasi kecil dapat mengakses pembiayaan melalui kanal mobile banking BCA Syariah, sementara kebutuhan dengan gramasi lebih besar lebih banyak ditangani melalui jaringan cabang. Tak berhenti pada sinergi melalui jaringan cabang BCA, BCA Syariah juga tengah menyiapkan perluasan kanal pembiayaan emas melalui myBCA. Bukit mengatakan pengembangan tersebut sedang dipersiapkan dan ditargetkan dapat diimplementasikan pada 2027. Dengan demikian, pembiayaan emas BCA Syariah nantinya tidak hanya dapat diakses melalui kanal mobile banking BCA Syariah, tetapi juga melalui ekosistem digital BCA. "Ke depan kita akan membuka channel baru. Tahun ini mungkin kita lagi persiapkan, tahun depan kita akan bisa implementasi. Kita akan ada pembiayaan emas di myBCA," kata Bukit.
Baca Juga: Hingga April 2026, Pembiayaan Murabahah Emas BCA Syariah Capai Rp 748 Miliar Menurut dia, perluasan kanal tersebut akan semakin membuka peluang BCA Syariah untuk menggarap basis nasabah BCA, termasuk segmen upper mass yang memiliki potensi mengambil pembiayaan emas dengan gramasi lebih besar. Selain pembiayaan emas, BCA Syariah juga terus mengembangkan produk konsumer lainnya, termasuk multijasa, KPR dan KKB. Untuk KPR dan KKB, perseroan pada 2026 lebih fokus memperkuat penetrasi terhadap jaringan rekanan yang telah dibangun sebelumnya. Bukit mengatakan, penguatan relasi dengan rekanan, kunjungan serta menjaga service level agreement (SLA) menjadi bagian penting dari strategi pengembangan pembiayaan konsumer BCA Syariah. Strategi memperluas sinergi dengan BCA tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan pembiayaan emas BCA Syariah yang cukup tinggi.
Per Agustus 2026, pembiayaan emas BCA Syariah mencapai Rp598 miliar, tumbuh 81,76% yoy dibandingkan Rp329 miliar pada Agustus 2025. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan produk konsumer lainnya. Total pembiayaan konsumer BCA Syariah mencapai Rp2,468 triliun atau tumbuh 34,69% yoy.
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 127,6% Hingga Juni 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News