Mulai Hari Ini Penawaran Umum 3 Saham IPO (JECX-PRDL-JELI), Ini Cara Pesan Saham Baru
Rabu, 01 Juli 2026 12:50 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) kembali marak di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026. Hari ini, 1 Juli 2026, sebanyak tiga saham yang akan IPO di BEI mulai memasuki tahap penawaran umum. Simak cara pesan saham IPO secara online. Tiga perusahaan yang mulai membuka penawaran umum IPO di BEI hari ini adalah:
IPO Saham JECX JECX mematok harga IPO saham sebesar Rp 1.250. Adapun masa penawaran umum berlangsung pada Rabu (1/7/2026) sampai Jumat (3/7/2026). Perusahaan pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics ini menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO. Dalam aksi korporasi, JECX juga menawarkan 162,88 saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K) yang mewakili 2% dari modal ditempatkan disetor pasca penawaran umum saham. Dengan demikian, dana dari IPO yang berpotensi dikantongi JEXC mencapai Rp 609,97 miliar. Ini terdiri dari Rp 406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp 203,32 saham hasil divestasi. Bersamaan dengan IPO ini, JECX juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan saham sebesar 2,29% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO atau setara dengan 11,16 juta. Lebih lanjut, sekitar Rp 49 miliar dana dari hasil penjualan saham baru JEXC akan dipakai untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Kemudian sebesar Rp 100 miliar digunakan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia atas sebagian pokok pinjaman. Ketiga, Rp 185 miliar akan disalurkan kepada perusahaan anak. RIcannya, Rp 50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, Rp 100 miliar disalurkan sebagai pinjaman pada PT Orbita dan Rp 35 miliar akan dijadikan pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, yaitu biaya-biaya yang sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari yang akan digunakan secara bertahap maksimal sampai 31 Desember 2027. Tonton: OTT KPK di Kuansing Makin Panas! Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri, Istri Bupati Ikut Diamankan IPO Saham PRDL Masa penawaran umum IPO saham PRDL mulai Rabu (1/7/2026) sampai dengan Jumat (3/7/2026). PRDL menawarkan maksimal 522,90 juta saham di harga IPO Rp 120 per saham. Jumlah itu setara dengan 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh pasca IPO. Dengan demikian, perusahaan pembuatan dan pengolahan alat kesehatan diagnosis itu berpotensi mengantongi dana segar sebesar Rp 62,74 miliar. Dana IPO bakal digunakan PRDL untuk beberapa hal. Pertama, sekitar Rp 33,66 miliar dari dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada BCA dan Bank Panin. Kemudian sekitar 28,92% akan digunakan sebagai belanja modal alias capital expenditure (capex). Sisanya, 8,51% akan digunakan untuk modal kerja atau working capital. Bersamaan aksi korporasi ini, PRDL juga mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak 36,60 juta saham atau setara dengan 7%. Jika tidak ada aral melintang, saham PRDL akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026. PRDL menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Tonton: Harga Emas Hari ini Memudar (1 Juli 2026) IPO Saham JELI Produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO ini memulai masa penawaran umum pada Rabu (1/7/2026) sampai dengan Jumat (3/7/2026). Di mana, JELI menetapkan harga IPO sebesar Rp 900 per saham. Berdasarkan e-IPO, saham yang ditawarkan JELI maksimal mencapai 266 juta saham. Padahal dalam prospektus ringkas yang dirilis sebelumnya, JELI menawarkan maksimal 350 juta saham biasa atau setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO. Dana hasil IPO akan digunakan untuk empat keperluan. Pertama, sebesar 56,70% akan dipakai untuk penyertaan modal kepada perusahaan anak, yaitu PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) dalam bentuk ekuitas. Nantinya, PT Niramas Pandaan Sejahtera akan memanfaatkan dana tersebut untuk belanja modal guna. Tujuannya, meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly JELI agar mendorong permintaan domestik dan ekspor. Kedua, sebesar 10,04% akan digunakan oleh JELI untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin yang terdiri tetapi tidak terbatas pada pembelian, pelunasan dan instalasi mesin produksi, peralatan dan perlengkapan. Ketiga, sebesar 10,90% akan digunakan oleh JELI untuk pembayaran seb pokok utang jangka pendek KMK 2 kepada PT Bank Mandiri Tbk yang mana per tanggal 31 Maret 2026 total pokok pinjaman adalah sebesar Rp 25 miliar. Sisanya sekitar 22,36% akan digunakan oleh JELI sebagai modal kerja, antara lain meliputi namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran. Tonton: Divonis 10 Tahun, Nadiem Mengaku Tak Mampu Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar! Segini Hartanya Cara Pemesanan Saham IPO Membeli saham IPO dapat dilakukan secara online melalui sistem e-IPO Indonesia atau lewat aplikasi sekuritas yang sudah terintegrasi seperti Stockbit, IPOT maupun platform sekuritas terpercaya lainnya. Anda hanya perlu memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN), mendaftarkan akun di platform e-IPO, lalu melakukan pemesanan dan penyediaan dana pada masa penawaran. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membeli saham IPO: 1. Pastikan Punya Akun Sekuritas dan SID Daftar di perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK untuk mendapatkan rekening saham dan nomor SID (Single Investor Identification). Pastikan Anda juga telah mengaktifkan Rekening Dana Nasabah (RDN) Anda. 2. Daftar di Website e-IPO Kunjungi situs web e-IPO Indonesia. Lakukan registrasi dengan memasukkan data diri, nomor KTP, SID, dan pilih perusahaan sekuritas Anda. Tunggu proses verifikasi selesai. 3. Pelajari Prospektus Perusahaan Sebelum membeli, cari tahu prospek dan kondisi keuangan perusahaan yang akan IPO melalui menu prospektus di platform e-IPO agar Anda bisa menganalisis fundamentalnya. 4. Lakukan Pemesanan (Place Order) Cari saham yang sedang dalam masa Book Building (penawaran awal) atau Offering (penawaran umum). Klik tombol pesan, lalu masukkan jumlah harga penawaran dan jumlah lot yang ingin dibeli. Sistem akan mengirimkan kode OTP untuk memverifikasi pesanan Anda. 5. Siapkan Dana di RDN Pastikan saldo RDN Anda mencukupi untuk membayar total pesanan saham tersebut sebelum masa penawaran ditutup. Jika pesanan Anda disetujui, dana akan otomatis terpotong. 6. Tunggu Proses Penjatahan (Allotment)
Jika pemesanan saham membludak (oversubscribed), jumlah saham yang Anda dapatkan mungkin tidak sesuai dengan jumlah yang dipesan. Dana untuk pesanan yang tidak kebagian jatah akan dikembalikan secara otomatis (refund) ke RDN Anda. 7. Saham Masuk Portofolio Pada tanggal listing (perdana melantai di bursa), saham IPO akan secara otomatis masuk ke dalam portofolio Anda
Insentif Motor Listrik Kembali Ditunda, Pemerintah Targetkan Berlaku Agustus 2026