JAKARTA. Penyempurnaan produk Kontrak Opsi Saham (KOS) sudah memasuki babak finalisasi. Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI), Guntur Pasaribu akan meminta tanggapan pasar (rule making rule) dalam dua hari ke depan.Hingga sore ini (12/8), BEI telah menerima 16 pihak yang bersedia menjadi penggerak pasar (liquidity provider). Mereka ini nantinya yang berkewajiban membuat dan menjaga pasar KOS tetap marak. Salah satu kewajiban liquidity provider adalah melakukan minimal 10 kontrak per hari. Sebagai imbalannya, "Otoritas bursa memberikan diskon fee transaksi sebesar 50%," ujar Guntur.Keenam belas perusahaan itu antara lain Anugerah Securindo Indah, Asjaya Indosurya Securities, Binaartha Parama, Danasakti Securities, Henan Putihrai, Indo Premier Securities, Nusadana Capital Indonesia, Optima Kharya Capital Securities, Pacific Duaribu Investindo, Phillip Securities Indonesia, Prime Capital Securities, Sarijaya Permana Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Transpacific Securindo, Universal Broker Indonesia, dan Valbury Asia Securities.
Mulai September, Investor Bisa Investasi KOS
JAKARTA. Penyempurnaan produk Kontrak Opsi Saham (KOS) sudah memasuki babak finalisasi. Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI), Guntur Pasaribu akan meminta tanggapan pasar (rule making rule) dalam dua hari ke depan.Hingga sore ini (12/8), BEI telah menerima 16 pihak yang bersedia menjadi penggerak pasar (liquidity provider). Mereka ini nantinya yang berkewajiban membuat dan menjaga pasar KOS tetap marak. Salah satu kewajiban liquidity provider adalah melakukan minimal 10 kontrak per hari. Sebagai imbalannya, "Otoritas bursa memberikan diskon fee transaksi sebesar 50%," ujar Guntur.Keenam belas perusahaan itu antara lain Anugerah Securindo Indah, Asjaya Indosurya Securities, Binaartha Parama, Danasakti Securities, Henan Putihrai, Indo Premier Securities, Nusadana Capital Indonesia, Optima Kharya Capital Securities, Pacific Duaribu Investindo, Phillip Securities Indonesia, Prime Capital Securities, Sarijaya Permana Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Transpacific Securindo, Universal Broker Indonesia, dan Valbury Asia Securities.