Multi Medika (MMIX) Bangun Pabrik Popok Raksasa, Target Pendapatan 50% dari Baby Care



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) mengebut untuk menyelesaikan konstruksi pabrik popok kolaborasi strategis hasil kerja sama dengan raksasa manufaktur asal China, Fujian Nice Paper, melalui perusahaan patungan (Joint Venture) PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI).

Melalui langkah ini, segmen Mom & Baby Care ditargetkan mampu menyumbang 40% hingga 50% dari total pendapatan perusahaan pada 2026.

MMIX optimistis, dapat meraih target pertumbuhan segmen baby care di level 11% atau lebih, yang akan didorong oleh beroperasinya pabrik baru ini.


Langkah ekspansi masif emiten kesehatan dan personal care ini difokuskan pada fasilitas produksi di atas lahan seluas 1 hektare di Tangerang, Banten, yang ditargetkan memiliki kapasitas mesin mencapai 900 popok per menit.

Baca Juga: Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam penguatan portofolio investasi di sektor personal care yang mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan.

"Pembangunan fasilitas terintegrasi ini akan mempercepat proses lokalisasi produksi popok bayi merek andalan mereka, MIUBaby, yang selama ini telah sukses mengamankan jalur distribusi eksklusif di jaringan ritel modern seperti Indomaret dan ritel modern lainnya," kata Mengky dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (7/6/2026).

Kehadiran basis manufaktur lokal ini dirancang tak hanya untuk memfokuskan produksi pada segmen popok bayi, melainkan juga untuk memproduksi popok dewasa, pembalut wanita, hingga tisu basah secara bertahap.

Secara teknis, lini produksi pada pabrik MNPI berkecepatan tinggi ini ke depannya memiliki potensi performa maksimal yang sangat masif, setara dengan proyeksi 1,8 miliar popok per tahun.

Dalam rencana jangka panjang korporasi, lanjut Mengky, MMIX bakal terus mengembangkan kapasitas pabrik ini hingga mengoperasikan total 10 lini produksi penuh secara mandiri.

Baca Juga: Strategi Bisi International (BISI) Kejar Penjualan Tumbuh 35% pada 2026

Melalui strategi integrasi vertikal dari hulu ke hilir ini, perusahaan membidik efisiensi biaya operasional yang progresif dan kontrol kualitas yang jauh lebih ketat. Ini diproyeksikan mampu memangkas Harga Pokok Penjualan (HPP) secara signifikan guna mempertebal margin laba bersih perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News