KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multicrane Perkasa (MCP) optimistis langkah aktif pemerintah mengembangkan proyek Waste-to-Energy (WtE) bisa mengangkat prospek bisnis alat berat. MCP menyiapkan sederet lini produk untuk bisa berkontribusi secara langsung dalam rantai pasok proyek pengelolaan sampah. Presiden Direktur Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata mengungkapkan bahwa WtE memberikan peluang pengembangan pasar yang berfokus pada penyediaan rantai pasok penanganan limbah. Mulai dari collection, sorting, transportasi, sistem feeding, transfer, hingga dukungan operasional, yang memastikan proyek dapat berjalan stabil dan berkelanjutan. Fasilitas WtE yang dirancang untuk beroperasi selama puluhan tahun menuntut dukungan alat berat yang stabil, andal, serta layanan purna jual yang konsisten sepanjang umur alat. "Dalam konteks ini, proyek WtE menjadi tolak ukur bagi perusahaan alat berat dalam membuktikan kemampuannya mendukung operasi jangka panjang, bukan hanya menyuplai unit di awal proyek," kata Adrianus kepada Kontan.co.id, Kamis (5/2/2026).
Multicrane Lirik Peluang Pertumbuhan Bisnis Alat Berat dari Proyek Waste to Energy
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multicrane Perkasa (MCP) optimistis langkah aktif pemerintah mengembangkan proyek Waste-to-Energy (WtE) bisa mengangkat prospek bisnis alat berat. MCP menyiapkan sederet lini produk untuk bisa berkontribusi secara langsung dalam rantai pasok proyek pengelolaan sampah. Presiden Direktur Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata mengungkapkan bahwa WtE memberikan peluang pengembangan pasar yang berfokus pada penyediaan rantai pasok penanganan limbah. Mulai dari collection, sorting, transportasi, sistem feeding, transfer, hingga dukungan operasional, yang memastikan proyek dapat berjalan stabil dan berkelanjutan. Fasilitas WtE yang dirancang untuk beroperasi selama puluhan tahun menuntut dukungan alat berat yang stabil, andal, serta layanan purna jual yang konsisten sepanjang umur alat. "Dalam konteks ini, proyek WtE menjadi tolak ukur bagi perusahaan alat berat dalam membuktikan kemampuannya mendukung operasi jangka panjang, bukan hanya menyuplai unit di awal proyek," kata Adrianus kepada Kontan.co.id, Kamis (5/2/2026).
TAG: