JAKARTA. Krisis global nyatanya tak banyak berdampak bagi industri pembiayaan atau multifinance. Hingga akhir 2009 lalu, total kredit perusahaan pembiayaan mencapai Rp 142,539 triliun atau naik 3,86% dari tahun 2008 yang hanya Rp 137,237 triliun. Bahkan, pencapaian penyaluran kredit itu melampaui target perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), yakni Rp 120 triliun di 2009. "Pengaruh krisis ternyata tak terlalu signifikan terhadap bisnis kami di Tanah Air," ujar Dennis Firmansyah, Sekretaris Jendral APPI. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit itu bersumber pada pembiayaan konsumen sebesar Rp 93,054 triliun. Selain itu, bisnis sewa guna usaha menyumbang Rp 46,528 triliun, anjak piutang Rp 2,027 triliun, dan kartu redit Rp 930 miliar.
Multifinance Berhasil Lampaui Target
JAKARTA. Krisis global nyatanya tak banyak berdampak bagi industri pembiayaan atau multifinance. Hingga akhir 2009 lalu, total kredit perusahaan pembiayaan mencapai Rp 142,539 triliun atau naik 3,86% dari tahun 2008 yang hanya Rp 137,237 triliun. Bahkan, pencapaian penyaluran kredit itu melampaui target perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), yakni Rp 120 triliun di 2009. "Pengaruh krisis ternyata tak terlalu signifikan terhadap bisnis kami di Tanah Air," ujar Dennis Firmansyah, Sekretaris Jendral APPI. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit itu bersumber pada pembiayaan konsumen sebesar Rp 93,054 triliun. Selain itu, bisnis sewa guna usaha menyumbang Rp 46,528 triliun, anjak piutang Rp 2,027 triliun, dan kartu redit Rp 930 miliar.