Multifinance Dukung Pembiayaan Motor Listrik Lebih Terjangkau, Ini Catatannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya pemerintah meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik mendapat respons positif dari industri multifinance. Sejumlah perusahaan pembiayaan menyatakan siap mendukung melalui skema kredit yang lebih terjangkau, termasuk dengan penyesuaian bunga cicilan dan uang muka.

Chief Financial Officer PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Sylvanus Gani mengatakan pihaknya mendukung berbagai upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik melalui skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Adira Finance menyambut positif upaya Pemerintah untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, termasuk melalui skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (20/8/2026).


Senada dengan itu, Plt. Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF), Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan pihaknya juga menyambut positif upaya pemerintah mendorong adopsi kendaraan listrik melalui pembiayaan yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Penerbitan Surat Utang Multifinance Turun 41,8% Jadi Rp 14,57 Triliun

Menurutnya, segmen pembiayaan motor listrik memiliki potensi bisnis yang besar di Indonesia sehingga mereka siap mendukung pengembangan segmen tersebut dengan menyediakan solusi pembiayaan yang andal dan terjangkau.

"Segmen motor listrik memiliki potensi bisnis yang sangat besar di Indonesia, maka dari itu MUF siap mendukung penuh dengan menyediakan solusi pembiayaan yang andal dan terjangkau," ujarnya kepada Kontan, Senin (24/8/2026).

Terkait besaran bunga cicilan dan uang muka, setiap perusahaan pembiayaan memiliki kebijakan dan standar masing-masing. MUF, misalnya, menetapkan uang muka pembiayaan motor listrik mulai dari 10%. Sementara itu, besaran bunga disesuaikan dengan program yang berlaku, jenis kendaraan, tenor, dan profil konsumen.

Adapun Adira Finance menetapkan besaran bunga dan uang muka pembiayaan motor listrik yang bervariasi. Besaran tersebut bergantung pada tenor pembiayaan, profil risiko konsumen, serta program promosi atau kerja sama yang sedang berlaku.

Baca Juga: Bank BSN Gelar Akad Massal 10.000 Pembiayaan, Mayoritas KPR Subsidi

Hingga Juli 2026, Adira Finance telah mencatatkan penyaluran pembiayaan sepeda motor listrik sebesar Rp24 miliar.

Meski mendukung upaya membuat pembiayaan motor listrik semakin terjangkau, kedua perusahaan tetap mencermati sejumlah aspek sebelum melakukan penyesuaian bunga cicilan maupun menerapkan skema pembiayaan tanpa uang muka.

Penerapan kebijakan tersebut nantinya perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari biaya pendanaan, profil dan risiko kredit konsumen, kondisi pasar, hingga ketentuan regulator.

Dengan demikian, penyesuaian skema pembiayaan motor listrik tetap perlu dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta keberlanjutan bisnis perusahaan pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News