Multifinance kompak rilis surat utang



JAKARTA. Sejumlah multifinance akan menerbitkan surat utang, yakni obligasi dan medium term noted (MTN) tahun ini. Paling baru, ada dua perusahaan pembiayaan yang akan menerbitkan surat utang di semester pertama dan kedua tahun ini. Yakni Mandiri Tunas Finance dan Andalan Finance.

Meski akan menerbitkan surat utang, multifinance tetap mempertahankan komposisi pendanaan dari pasar modal itu sebesar 10%. Mereka menganggap, sumber pendanaan ini hanya pelengkap, bukan kebutuhan. Pasokan utama tetap mengandalkan kredit perbankan.

Anton Herdianto, Direktur Keuangan Mandiri Tunas, mengatakan, perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 500 miliar paling lambat awal Mei mendatang. Mandiri Tunas telah menunjuk, Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi dan Bank Mega sebagai wali amanat.


Mandiri Tunas berkomitmen mempertahankan sumber pendanaan bank sebesar 90%. "Kami mengandalkan joint financing dengan Bank Mandiri," kata Anton, akhir pekan lalu. Dari target pembiayaan sampai akhir tahun senilai Rp 12 triliun, Anton memastikan 90% berasal dari joint financing, sisanya dari pasar modal. Maklum, Bank Mandiri merupakan pemegang saham Mandiri Tunas.

Soal pendanaan pasar modal, Anton mengatakan akan melihat kebutuhan. Hal ini karena, selisih bunga dari perbankan dengan pasar modal terpaut tipis.

Tanpa menyebutkan besar jumlahnya, menurut dia, sumber pendanaan dari pasar modal lebih rumit. "Selama ini bunga murah lebih berpengaruh dari persaingan pasar," kata Anton.

Andalan Finance juga akan menerbitkan MTN senilai Rp 400 miliar awal semester dua ini. Langkah penerbitan MTN sebagai ancar-ancar menerbitkan obligasi tahun depan.

Sebastian H. Budi, Direktur Utama Andalan Finance, menargetkan komposisi pendanaan dari pasar modal bisa mencapai 10%.

Sebastian bercerita, selama ini seluruh pendanaan Andalan Finance berasal dari perbankan. Andalan akan menerbitkan MTN terlebih dulu untuk memperkenalkan diri pada pasar. "Jika MTN yang kami tawarkan responsnya bagus, berikutnya obligasi," kata Sebastian. Andalan berharap, perubahan komposisi pendanaan berpengaruh ke bunga kredit murah khususnya mobil bekas.

Multifinance ini menargetkan pembiayaan tahun ini mencapai Rp 2,5 triliun tumbuh 47% dari  tahun 2012 sebesar Rp 1,7 triliun. Sebastian mengatakan, pihaknya telah mendapat komitmen pendanaan dari 11 bank senilai Rp 1,5 triliun. Selain dari MTN, multifinance tetap mengandalkan pendanaan dari bank.

Selain dua multifinance di atas, KONTAN mencatat perusahaan pembiayaan lain yang akan menerbitkan obligasi adalah BII Finance, pada kuartal II tahun ini  senilai Rp 1 triliun. Selain itu, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang juga menerbitkan penawaran umum berkelanjutan obligasi Rp 1 triliun pada kuartal kedua tahun ini dan MTN Rp 300 miliar dalam waktu dekat. CNAF menargetkan pembiayaan tahun ini mencapai Rp 9 triliun.      n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: