Multifinance waspada kenaikan gearing ratio



JAKARTA. Multifinance boleh dibilang paling tidak berdampak langsung terhadap pelemahan mata uang Rupiah dan kondisi pasar modal saat ini. Meski begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewaspadai terjadinya kenaikan beban kewajiban pinjaman multifinance.

Melemahnya Rupiah terhadap Dollar mencapai Rp 14.000 akan berdampak pada kewajiban multifinance untuk membayar kewajibannya atas pinjaman ke bank asing.

Firdaus Djaelani, Dewan Komisioner OJK sekaligus Ketua Dewan Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) menyebut, ada dua multifinance yang mengalami kenaikan gearing rasio akibat melemahnya Rupiah. Hal ini terjadi karena sumber pendanaan dari dua multifinance joint venture tersebut mengandalkan pendanaan dari bank asing.


Ia mencontohkan, sebelum Dollar Rp 14.000 multifinance hanya membayar utangnya sebesar Rp 12 miliar. Namun sekarang kewajibannya naik menjadi Rp 14 miliar. Kondisi ini membuat terjadi kenaikan gearing rasio multifinance.

"Jika normalnya gearing ratio multifinance lima sampai enam kali ekuitas. Kini rasionya mencapai tujuh hingga sembilan kali," papar Firdaus pada Jumat (28/8).

Jika gearing ratio multifinance mentok, dampaknya kata Firdaus multifinance terbatas melakukan ekspansi.

Multifinance memang kian gemar mengandalkan pendanaan dari bank asing. Hal ini tercatat dalam ikhtisar data keuangan yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pinjaman hingga Juni yang diterima multifinance mencapai Rp 257,13 triliun.

Dari total pinjaman itu, konstribusi dari dalam negeri sebesar Rp 135,87 triliun atau senilai 52% dari total pinjaman yang diterima. Sisanya senilai Rp 121,26 triliun atau sebesar 48% disumbang dari pinjaman luar negeri.

Pilihan sumber pendanaan luar negeri didorong suku bunga atau rate dari perbankan luar negeri yang lebih murah. Selisih rate yang ditawarkan bisa mencapai 1% hingga 2% dibandingkan bank dalam negeri. Selain itu, alasan diversifikasi pendanaan juga menjadi pilihan multifinance menggandeng bank asing untuk menyokong pendanaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News