KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri logistik global tengah menghadapi tekanan berlapis. Kenaikan biaya energi, ketegangan geopolitik yang memicu volatilitas rantai pasok, hingga pergeseran pola perdagangan dunia mendorong tarif pengiriman naik di tengah keterbatasan kapasitas. Alhasil, biaya logistik kian mahal dan akses distribusi menjadi lebih terbatas. Di kawasan Asia yang menyumbang lebih dari 40% perdagangan global, pelaku industri mulai beradaptasi melalui penguatan rantai pasok berbasis transportasi multimoda dan teknologi. Integrasi moda laut, udara, darat, hingga kereta api, yang ditopang digitalisasi serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dinilai menjadi kunci menjaga efisiensi dan ketahanan distribusi. Senior Vice President FIATA sekaligus Dewan Penasihat CILT, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, tekanan global justru menjadi momentum bagi pelaku industri untuk mempercepat transformasi logistik.
Multimoda, Supply Chain, dan AI Dorong Efisiensi Logistik
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri logistik global tengah menghadapi tekanan berlapis. Kenaikan biaya energi, ketegangan geopolitik yang memicu volatilitas rantai pasok, hingga pergeseran pola perdagangan dunia mendorong tarif pengiriman naik di tengah keterbatasan kapasitas. Alhasil, biaya logistik kian mahal dan akses distribusi menjadi lebih terbatas. Di kawasan Asia yang menyumbang lebih dari 40% perdagangan global, pelaku industri mulai beradaptasi melalui penguatan rantai pasok berbasis transportasi multimoda dan teknologi. Integrasi moda laut, udara, darat, hingga kereta api, yang ditopang digitalisasi serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dinilai menjadi kunci menjaga efisiensi dan ketahanan distribusi. Senior Vice President FIATA sekaligus Dewan Penasihat CILT, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, tekanan global justru menjadi momentum bagi pelaku industri untuk mempercepat transformasi logistik.
TAG: