Multitrend (BABY) Beberkan Efek Jangka Pendek-Panjang Imbas Penutupan Selat Hormuz



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel di sektor pakaian bayi dan remaja, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) menyampaikan penjelasan terkait potensi dampak dari penutupan Selat Hormuz terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan perusahaan.

Corporate Secretary Multitrend Indo Nauli Masitha Dewi mengatakan, penutupan Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak terhadap kondisi makroekonomi global, terutama yang berkaitan dengan harga energi dan biaya logistik.

Dalam jangka pendek, BABY menyebut kondisi supply chain perusahaan hingga saat ini masih relatif aman dan belum mengalami gangguan yang signifikan. Ketersediaan barang maupun distribusi produk juga disebut masih berjalan normal.


Namun dari sisi pendapatan, BABY mulai mencermati adanya dampak ringan. Tekanan tersebut terutama dipicu oleh penurunan kepercayaan konsumen, pembatalan rencana perjalanan, serta sikap wait and see dari pelanggan.

Baca Juga: Ikuti Aturan RI, Roblox Siapkan Fitur Pembatasan untuk Pengguna di Bawah 16

Sementara untuk jangka menengah hingga panjang, BABY memproyeksikan dampak terhadap rantai pasok akan tetap terbatas. Hal ini didukung oleh struktur pasokan perusahaan yang mayoritas berasal dari pemasok lokal, sementara sebagian besar pasokan lainnya berasal dari kawasan Asia. Adapun porsi impor dari wilayah Barat dinilai hanya kecil.

Dampak yang teridentifikasi sejauh ini masih terbatas dan dinilai dapat dikelola, seiring dengan struktur rantai pasok yang telah terdiversifikasi serta dominasi sumber pasokan yang berasal dari dalam negeri dan kawasan regional.

"Perseroan tetap melakukan pemantauan secara aktif serta menerapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga stabilitas operasional dan kinerja usaha," kata Nauli dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/3/2026).

Untuk menjaga stabilitas operasional dan kinerja keuangan, perusahaan telah dan akan terus menjalankan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya adalah melakukan diversifikasi pemasok dengan fokus pada sumber lokal dan regional, mengoptimalkan manajemen persediaan (inventory management), mengefisienkan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan, menyesuaikan strategi pemasaran untuk menjaga permintaan, serta memperketat pemantauan terhadap kondisi makroekonomi dan geopolitik.

 
BABY Chart by TradingView

BABY juga menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana aksi korporasi material yang secara langsung dipicu oleh penutupan Selat Hormuz dalam 12 bulan ke depan.

"Perusahaan Tetap menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan dengan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan kondisi pasar," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News