JAKARTA. Kisruh soal jagung sepertinya tak pernah usai. Setelah memastikan untuk membatasi impor jagung di kuartal II 2016, Kementerian Pertanian (Kemtan) kali ini mendesak perusahaan pakan ternak untuk menyerap panen jagung milik petani yang tengah panen raya. Penyebabnya tak lain karena karena Kemtan mendapati harga jagung jatuh hingga Rp 1.800 per kilogram (kg). Padahal, idealnya harga jagung ketika panen raya mencapai Rp 2.700 atau tak jauh dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2016 yang sebesar Rp 3.200 per kg. Karena itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta industri pakan ternak besar segera menyerap jagung panenan petani tersebut. Bila tidak dilakukan, ke depan industri justru akan kesulitan mendapatkannya. Sebab, hingga saat ini, Kemtan masih menutup pintu impor jagung bagi industri. "Saya meminta kepada seluruh industri pakan segera melakukan pembelian jagung petani," ujar Amran, Rabu (6/4).
Musim panen tiba, harga jagung petani jatuh
JAKARTA. Kisruh soal jagung sepertinya tak pernah usai. Setelah memastikan untuk membatasi impor jagung di kuartal II 2016, Kementerian Pertanian (Kemtan) kali ini mendesak perusahaan pakan ternak untuk menyerap panen jagung milik petani yang tengah panen raya. Penyebabnya tak lain karena karena Kemtan mendapati harga jagung jatuh hingga Rp 1.800 per kilogram (kg). Padahal, idealnya harga jagung ketika panen raya mencapai Rp 2.700 atau tak jauh dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2016 yang sebesar Rp 3.200 per kg. Karena itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta industri pakan ternak besar segera menyerap jagung panenan petani tersebut. Bila tidak dilakukan, ke depan industri justru akan kesulitan mendapatkannya. Sebab, hingga saat ini, Kemtan masih menutup pintu impor jagung bagi industri. "Saya meminta kepada seluruh industri pakan segera melakukan pembelian jagung petani," ujar Amran, Rabu (6/4).