Musk Ungkap Rencana Terafab, Tesla dan SpaceX Bangun Pabrik Chip Canggih di Texas



KONTAN.CO.ID - CEO Elon Musk mengungkapkan bahwa Tesla dan SpaceX akan membangun dua pabrik chip canggih di Austin, Texas, sebagai bagian dari proyek ambisius bertajuk “Terafab”.

Menurut Musk, fasilitas tersebut akan terdiri dari dua pabrik (fab) yang masing-masing memproduksi satu jenis chip khusus untuk kebutuhan berbeda.

“Terafab secara teknis akan menjadi dua fab, masing-masing hanya membuat satu desain chip,” ujar Musk dalam unggahannya di platform X pada Minggu (22/3/2026).


Baca Juga: PM Starmer Gelar Rapat Darurat, Ekonomi Inggris Terancam Dampak Perang Iran

Ia menjelaskan, satu chip akan digunakan untuk kendaraan Tesla dan robot humanoid Optimus, sementara chip lainnya dirancang untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.

“Kami membutuhkan chip berdaya tinggi yang dirancang khusus untuk ruang angkasa, yang mempertimbangkan lingkungan yang jauh lebih ekstrem,” kata Musk.

“Chip tersebut harus mampu beroperasi pada suhu yang lebih tinggi.”

Pernyataan ini muncul sehari setelah Musk mengumumkan rencana pembangunan kompleks chip AI skala besar di Austin.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut menjadi krusial untuk mendukung ambisi teknologi perusahaannya.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Naik ke Atas US$113 per Barel Senin (23/3)

“Kami harus membangun Terafab, jika tidak, kami tidak akan memiliki cukup chip,” ujarnya dalam presentasi di Austin.

“Produksi chip global saat ini hanya akan memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan masa depan perusahaan kami.”

Musk sebelumnya telah menyatakan, Tesla berencana membangun pabrik chip AI sendiri, namun keterlibatan SpaceX dalam proyek ini baru diungkap kali ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemasok chip saat ini seperti Samsung, TSMC, dan Micron, namun menilai permintaan dari perusahaannya pada akhirnya akan melampaui kapasitas produksi global.

Dalam jangka panjang, Terafab ditargetkan mampu menghasilkan hingga satu terawatt kapasitas komputasi per tahun, dua kali lipat dari total kapasitas yang saat ini dihasilkan di Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Negara Teluk, Ultimatum Trump Picu Eskalasi

Meski demikian, Musk belum mengungkapkan jadwal pembangunan proyek tersebut. Ia dikenal memiliki rekam jejak mengumumkan proyek-proyek ambisius, meski beberapa di antaranya mengalami penundaan.