Mustika Ratu genjot produksi kosmetik



JAKARTA. Produsen kosmetik PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) berencana menggenjot produksi sampai akhir tahun ini. Menurut rencana, pada semester II-2016, MRAT memproduksi 18,89 juta unit produk kosmetik dan jamu.

Di semester I-2016 lalu, produksi MRAT baru sekitar 13,82 juta unit. Boma K Sebayang, Sekretaris Perusahaan  PT Mustika Ratu Tbk mengatakan, sampai berita ini diturunkan MRAT telah memproduksi 1,5 juta unit produk. "Kami memiliki 800 jenis produk, tapi saat ini baru 200-300 produk yang difokuskan," kata Boma, usai public expose di Jakarta, Rabu (19/10).

Meski menambah produksi produk, ada produk tertentu yang dieliminasi. Maklum, perseroan  fokus membuat produk yang berkontribusi tinggi dengan harga bahan baku murah. Sebagai informasi, MRAT memproduksi kosmetik di pabrik kawasan Ciracas, dengan kapasitas produksi kosmetik cair 3,2 juta produk per bulan dan baru terpakai 2 juta unit. 


Selain kosmetik, MRAT memproduksi jamu dengan kapasitas 633.000 unit per bulan dan baru terpakai 120.000 unit. Adapun kapasitas produksi kosmetik padat tercatat 102.000 unit per bulan dan baru terpakai 61.000 unit. 

Untuk memperbesar pasar, perusahaan yang berdiri tahun 1975 itu berencana mengeluarkan lima produk anyar di sisa tahun ini. Produk anyar akan merambah Pulau Jawa dan ekspor ke Malaysia.   MRAT menargetkan penjualan tahun ini sekitar Rp 606 miliar, naik 2.6% ketimbang penjualan tahun 2015, yang senilai Rp 428 miliar. “Waktu mengejar target tinggal 2,5 bulan lagi, kami berusaha keras mencapainya," kata Boma.

Kontribusi penjualan terbesar tahun lalu berasal dari domestik senilai Rp 408 miliar, ekspor hanya berkontribusi Rp 20 miliar. Sampai semester I-2016, MRAT mencatat penjualan Rp 178,15 miliar, turun 20,07% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 222,88 miliar. 

Boma bilang, pelemahan penjualan karena kendala distribusi. Saat ini, MRAT baru memiliki satu distributor nasional dan 53 distributor di daerah. Hingga akhir tahun, MRAT berencana mencari 9-10 distributor baru. "Kami proses penjajakan dengan lima distributor, di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Indonesia timur," kata Boma.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini