KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) terus berupaya untuk melakukan ekspansi ekspor produknya ke luar negeri. Emiten kosmetik ini berencana untuk membidik pasar Timur Tengah (middle east) hingga kawasan Indochina seperti Laos dan Kamboja. Presiden Direktur Mustika Ratu, Bingar Egidius Situmorang mengatakan, kawasan Timur Tengah dipilih karena konsumen di Timur Tengah cukup menaruh perhatian terhadap kosmetik halal. Hal inilah yang dipandang MRAT sebagai potensi untuk merambah pasar Timur Tengah. Baca Juga: Kewenangan PANDI dalam perselisihan nama domain harus diperkuat
“Kalau pasar middle east karena bagi mereka kosmetik halal penting,” ujar Egi di Jakarta, Kamis (12/12). Egi melanjutkan, selain sudah terjamin kehalalannya, kelebihan lain dari kosmetik produksi Mustika Ratu adalah terbuat dari bahan-bahan alami. Ia membandingkan dengan produk kosmetik merek internasional lain yang mayoritas masih menggunakan bahan-bahan kimia. Sebelumnya, MRAT telah mengekspor produknya ke beberapa negara seperti Malaysia, Amerika Serikat, Kanada, hingga Irak. Tahun ini MRAT juga tengah merambah pasar China. Baca Juga: Djarum Foundation dukung pengembangan Beauty and Spa di SMK “Sebenarnya yang skala kecil bukan hanya itu, namun juga ada Hong Kong, Brunei, Timor Leste, Papua Nugini, dan beberapa Negara di Afrika juga,” sambungnya. Selain Timur Tengah dan Indochina, MRAT juga tengah mencoba untuk masuk ke pasar Asia Selatan seperti Bangladesh, Sri Lanka, hingga India. Namun, Egi mengatakan proses untuk merangsek masuk pasar tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Melansir dari laporan keuangan MRAT per kuartal III 2019, penjualan MRAT mencapai Rp 222,37 miliar yang terdiri atas penjualan ekspor sebesar Rp 11,95 miliar dan penjualan dalam negeri (domestik) mencapai Rp 210,42 miliar. Ini berarti, kontribusi penjualan ke pasar ekspor hanya sekitar 5,3% dari total penjualan MRAT. Baca Juga: Analis: Emiten kosmetik harus lebih bersolek lewat iklan