KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), mengatakan bahwa industri kosmetik nasional masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Pergeseran preferensi konsumen ke produk berbasis wellness menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar. Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani mengatakan, masyarakat kini tidak hanya memilih produk berdasarkan fungsi, tetapi juga manfaat terhadap kesehatan kulit, kualitas hidup, dan pengalaman penggunaan. “Kami melihat industri beauty dan personal care Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat baik,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (24/7). Baca Juga: Mustika Ratu Andalkan Inovasi untuk Jaga Pertumbuhan Bisnis Menurut Anjani, peluang pertumbuhan industri tidak hanya berasal dari bertambahnya jumlah konsumen, tetapi juga meningkatnya ekspektasi terhadap inovasi, kualitas, dan pengalaman yang ditawarkan sebuah merek. Ia menyebut, Statista memproyeksikan nilai pasar Beauty & Personal Care Indonesia mencapai sekitar US$ 10,55 miliar pada 2026. Meski prospeknya positif, industri kosmetik nasional dinilai tetap perlu memperkuat daya saing melalui inovasi yang berkelanjutan serta pengembangan industri hulu kosmetika berbasis bahan baku lokal. “Indonesia memiliki biodiversitas yang sangat kaya dan berpotensi menjadi sumber inovasi yang membedakan produk Indonesia di pasar global,” kata Anjani. Perseroan menilai inovasi dan pemanfaatan bahan baku lokal akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri kosmetik nasional. Baca Juga: PTBA Produksi Batubara 19,45 Juta Ton di Semester I-2026, Penjualan 21,10 Juta Ton
Mustika Ratu (MRAT): Prospek Industri Kosmetik di Indonesia Masih Menjanjikan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), mengatakan bahwa industri kosmetik nasional masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Pergeseran preferensi konsumen ke produk berbasis wellness menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar. Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani mengatakan, masyarakat kini tidak hanya memilih produk berdasarkan fungsi, tetapi juga manfaat terhadap kesehatan kulit, kualitas hidup, dan pengalaman penggunaan. “Kami melihat industri beauty dan personal care Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat baik,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (24/7). Baca Juga: Mustika Ratu Andalkan Inovasi untuk Jaga Pertumbuhan Bisnis Menurut Anjani, peluang pertumbuhan industri tidak hanya berasal dari bertambahnya jumlah konsumen, tetapi juga meningkatnya ekspektasi terhadap inovasi, kualitas, dan pengalaman yang ditawarkan sebuah merek. Ia menyebut, Statista memproyeksikan nilai pasar Beauty & Personal Care Indonesia mencapai sekitar US$ 10,55 miliar pada 2026. Meski prospeknya positif, industri kosmetik nasional dinilai tetap perlu memperkuat daya saing melalui inovasi yang berkelanjutan serta pengembangan industri hulu kosmetika berbasis bahan baku lokal. “Indonesia memiliki biodiversitas yang sangat kaya dan berpotensi menjadi sumber inovasi yang membedakan produk Indonesia di pasar global,” kata Anjani. Perseroan menilai inovasi dan pemanfaatan bahan baku lokal akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri kosmetik nasional. Baca Juga: PTBA Produksi Batubara 19,45 Juta Ton di Semester I-2026, Penjualan 21,10 Juta Ton