KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) atau MUTU International berhasil memenuhi persyaratan sebagai calon Lembaga Pelaksana Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri yang masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini dicatat berdasarkan Pengumuman Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Nomor B-688/DP.I/HM.01/9/2026 tanggal 10 September 2026, MUTU International menjadi salah satu dari empat lembaga inspeksi yang dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penilaian verifikasi dokumen yang dilaksanakan oleh Tim Seleksi Pelaksana Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri pada 9 September 2026. Presiden Direktur Mutuagung Lestari Arifin Lambaga menyatakan pencapaian ini menjadi bagian penting dari strategi MUTU International untuk memperluas portofolio layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC), khususnya pada sektor halal. “Ini menunjukkan bahwa pengembangan kapabilitas layanan halal yang kami lakukan memiliki relevansi yang semakin kuat dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekosistem halal nasional maupun global," ujar Arifin, dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
MUTU International (MUTU) Siap Garap Peluang Bisnis Sertifikasi Produk Halal Impor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) atau MUTU International berhasil memenuhi persyaratan sebagai calon Lembaga Pelaksana Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri yang masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini dicatat berdasarkan Pengumuman Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Nomor B-688/DP.I/HM.01/9/2026 tanggal 10 September 2026, MUTU International menjadi salah satu dari empat lembaga inspeksi yang dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penilaian verifikasi dokumen yang dilaksanakan oleh Tim Seleksi Pelaksana Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri pada 9 September 2026. Presiden Direktur Mutuagung Lestari Arifin Lambaga menyatakan pencapaian ini menjadi bagian penting dari strategi MUTU International untuk memperluas portofolio layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC), khususnya pada sektor halal. “Ini menunjukkan bahwa pengembangan kapabilitas layanan halal yang kami lakukan memiliki relevansi yang semakin kuat dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekosistem halal nasional maupun global," ujar Arifin, dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).