MUTU Kantongi Dana Rp 30 Miliar dari Private Placement, Bidik Ekspansi Bisnis Karbon



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) memperoleh dana segar sekitar Rp 29,9 miliar melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. 

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis pengujian laboratorium, sertifikasi halal, hingga pengembangan layanan verifikasi karbon yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk Arifin Lambaga mengatakan tambahan modal dari investor strategis akan memperkuat ekspansi perseroan di tengah tren pertumbuhan bisnis yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.


Baca Juga: Laba Bersih Melonjak 87%, Alkindo Naratama Fokus Garap Kemasan Ramah Lingkungan

"Kalau dengan masuknya Rp 30 miliar tentu pertumbuhannya akan lebih kuat. Kami melihat tren bisnis ke depan tetap solid, terutama karena MUTU akan menjadi platform yang masuk ke sektor sustainability dan green yang menjadi fokus dunia," ujar Arifin dalam paparan publik, Senin (29/6).

Mengacu keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada 19 Juni 2026, MUTU menerbitkan 309,27 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 97 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp 29,99 miliar.

Investor yang berpartisipasi antara lain PT Samala Serasi Utama (SSU), PT Bumi Hijau Sedaya, Interra Resources Limited melalui anak usahanya di Indonesia, Andreas Tjahjadi, Leonard Tanubrata, serta Ridzki Kramadibrata. Manajemen menegaskan seluruh investor tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali maupun jajaran direksi dan komisaris perseroan.

PT Samala Serasi Utama menjadi investor terbesar dengan menyerap 103,09 juta saham, disusul PT Bumi Hijau Sedaya sebanyak 41,23 juta saham.

Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno yang berinvestasi melalui PT Samala Serasi Utama mengatakan dana hasil private placement akan difokuskan untuk memperkuat layanan inti MUTU sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

"Targetnya kita bisa mencapai pertumbuhan revenue yang solid. Kami juga melihat penggunaan artificial intelligence dapat menekan biaya sehingga margin perseroan dapat meningkat. Dalam jangka menengah dan panjang, MUTU juga akan aktif mengembangkan peluang di sektor ekonomi hijau," ujar Sandiaga.

Menurutnya, peluang pertumbuhan juga datang dari pengembangan layanan pada segmen UMKM, industri makanan dan minuman, hingga sektor toksikologi yang masih memiliki ruang ekspansi cukup besar.

Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk Sumarna menambahkan masuknya investor strategis memperkuat struktur permodalan sekaligus menjadi validasi terhadap prospek bisnis perseroan.

"Kehadiran investor strategis ini menjadi bahan bakar baru bagi perseroan untuk berakselerasi lebih cepat. Hal ini menunjukkan visi bisnis jangka panjang MUTU berada di jalur yang tepat," kata Sumarna.

Perseroan akan menggunakan dana hasil private placement untuk memperluas kapasitas laboratorium di sektor halal dan layanan Testing, Inspection, Certification, Verification and Assurance (TICVA). Selain itu, MUTU juga akan mempercepat pengembangan bisnis verifikasi karbon seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan validasi emisi.

Manajemen menilai peluang bisnis karbon akan semakin terbuka setelah pemerintah mulai menerapkan kewajiban perdagangan karbon pada 2026. Dalam skema tersebut, setiap pengurangan emisi harus melalui proses validasi dan verifikasi oleh lembaga yang terakreditasi sebelum diterbitkan sebagai Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).

Setelah aksi private placement rampung, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh MUTU meningkat menjadi 3,45 miliar saham. Adapun tingkat dilusi bagi pemegang saham lama diperkirakan mencapai 8,96%, sementara saham hasil private placement mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 29 Juni 2026.

Baca Juga: Kementerian ESDM Matangkan Uji CNG Merah Putih, Subsidi LPG Diklaim Bisa Turun 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: