KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (
MUTU) terus memperkuat strategi ekspansi internasional melalui pengembangan bisnis di Vietnam dan penjajakan peluang pasar di kawasan Indochina.
Pasar Vietnam dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan dan dapat dikembangkan sebagai salah satu pusat pengembangan bisnis regional perseroan di Asia Tenggara. Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk International, Arifin Lambaga menyampaikan ekspansi di Vietnam merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas kontribusi MUTU International dalam industri TIC di kawasan Asia.
“Kami melihat peluang yang semakin terbuka untuk memperluas layanan, membangun kemitraan yang lebih kuat, dan menghadirkan solusi pengujian, inspeksi, serta sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri di tingkat regional,” ungkap Arifin, dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Baca Juga: Revisi RKAB 2026 Disetujui, Pasokan Nikel dan Batubara Berpotensi Defisit Komitmen tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja strategis Manajemen MUTU ke Vietnam dengan agenda utama berupa tindak lanjut Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara MUTU International dan Forestry Science Institute of South Vietnam (FSISV), yang berada di bawah Viet Nam Academy of Forest Sciences. Ia menuturkan, sektor
forestry dan
agriculture menjadi fokus utama pengembangan portofolio MUTU International di Vietnam.
Untuk mendukung penetrasi pasar, perwakilan MUTU International di Vietnam juga aktif membangun jaringan melalui asosiasi kehutanan dan pertanian setempat, sekaligus memperluas akses terhadap calon pelanggan dan mitra potensial. Wakil Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk International, Roestiandi Tsamanov, menegaskan bahwa penguatan kemitraan lokal merupakan elemen penting dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. “Melalui kolaborasi dengan institusi dan pelaku industri di Vietnam, kami optimistis MUTU International dapat mengembangkan layanan yang semakin relevan, memperkuat kepercayaan pelanggan, dan menciptakan peluang pertumbuhan baru di kawasan Asia Tenggara," ujar Roestiandi.
Baca Juga: SPKS Minta Pemerintah Percepat Legalitas Kebun Sawit Petani Hadapi EUDR Selain sektor kehutanan dan lingkungan, perusahaan juga melihat peluang pengembangan layanan inspeksi halal dari Vietnam.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi portofolio layanan sekaligus merespons kebutuhan pelaku usaha yang menjalankan aktivitas perdagangan lintas negara.
Sebagai informasi, layanan inspeksi halal sendiri dijadwalkan memulai tahap awal pelaksanaan pada 17 Oktober 2026.
Untuk mendukung pengenalan layanan tersebut, MUTU International Vietnam akan memanfaatkan partisipasinya dalam ajang Vietnam Foodtech 2026 pada 21-24 Oktober 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan layanan inspeksi halal serta portofolio jasa TIC lainnya kepada pelaku industri dan calon mitra bisnis. Komisaris Utama MUTU International Sandiaga Uno menambahkan dengan memanfaatkan pengalaman dan kapabilitas di industri TIC, perusahaan berupaya memperluas kontribusinya dalam mendukung kualitas produk, kepatuhan terhadap standar, serta keberlanjutan industri di berbagai negara. "Peluang pertumbuhan industri TIC di Asia semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kualitas, kepatuhan, keamanan, dan keberlanjutan. Kami melihat pengembangan bisnis di Vietnam dan kawasan Indochina sebagai langkah strategis untuk membangun kehadiran MUTU International yang semakin kuat di tingkat regional,” tambah Sandiaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News