Mutuagung (MUTU) Incar Pertumbuhan dari Bisnis Sertifikasi Halal dan Pasar Karbon



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) bersiap mempercepat ekspansi bisnis setelah memperoleh dukungan dari sejumlah investor strategis melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Investor yang akan berpartisipasi dalam aksi korporasi tersebut antara lain pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya. Selain itu, terdapat pula Ridzki D. Kramadibrata, mantan Chief Executive Officer Grab Indonesia dan mantan Chief Operating Officer AirAsia Indonesia.

Masuknya investor strategis tersebut diharapkan memperkuat posisi MUTU dalam menangkap peluang bisnis di sektor Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA), seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan sertifikasi dan verifikasi.


Baca Juga: Pemerintah Menonaktifkan 4,7 Juta Akun Anak di Tiktok Hingga Youtube

Sandiaga Uno mengatakan, transformasi industri global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, transparansi, dan tata kelola mendorong permintaan terhadap layanan sertifikasi dan assurance.

"Kami melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia," ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Jumat (26/6/2026).

Sejalan dengan meningkatnya penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), MUTU menilai sejumlah lini bisnis memiliki prospek pertumbuhan yang besar. Selain memperkuat bisnis inti di bidang sertifikasi dan assurance, perusahaan juga membidik ekspansi pada layanan sertifikasi halal serta industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Prospek tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan sertifikasi halal di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sekaligus bertumbuhnya industri F&B yang membutuhkan layanan inspeksi, sertifikasi, dan assurance untuk meningkatkan daya saing produk.

Di sisi lain, MUTU juga memperkuat posisinya di pasar karbon nasional. Perseroan merupakan Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pertama di Indonesia yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) serta menjadi salah satu lembaga yang aktif melayani kebutuhan verifikasi dalam skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Baca Juga: Ancol (PJAA): Okupansi Pesanan Kamar Hotel Tembus 70% Saat Libur Anak Sekolah

Dengan kapabilitas validasi dan verifikasi berbasis standar internasional dalam kerangka Measurement, Reporting and Verification (MRV), MUTU membidik peluang untuk menjadi mitra industri maupun pemerintah dalam mendukung implementasi program dekarbonisasi.

Manajemen menilai masuknya investor strategis menjadi sinyal meningkatnya minat investor terhadap perusahaan yang memiliki eksposur pada bisnis ekonomi hijau, sertifikasi, ESG, dan pasar karbon.

Dengan tambahan modal dari aksi private placement tersebut, MUTU berharap dapat memperkuat fundamental bisnis sekaligus memperluas peluang pertumbuhan di sektor-sektor yang sejalan dengan agenda keberlanjutan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News